Tumbuhkan Kepercayaan Masyarakat Dengan Inovasi di Madrasah

Mungkid – Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, menekankan pentingnya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di madrasah untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Lembaga pendidikan Madrasah. Para guru hendaknya melakukan inovasi untuk mewujudkan mutu pendidikan yang berkualitas yang terjangkau oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wafa kepada 250 orang Guru Madrasah pada kegiatan Pembinaan Guru Sertifikasi, Rabu, (25/04) di Gedung GSG, Kompleks Kantor Kemenag Kab. Magelang.

Menurut Wafa, kepercayaan masyarakat belum tumbuh karena minimnya inovasi para guru. Padahal inovasi tidak harus berbiaya mahal. Wafa menyampaikan pihaknya akan memfasilitasi inovasi yang dilakukan para Guru.

“Guru harus melakukan inovasi-inovasi, peningkatan mutu pendidikan tidak harus berbiaya mahal, salah satunya dengan manajemen keikhlasan. “Kenapa kepercayaan belum diraih karena inovasi belum dilakukan. Kami akan memfasilatasi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap madrasah terus tumbuh,” kata Wafa.

Wafa menyampaikan tugas memajukan madrasah adalah tugas semua komponen, sehingga sinergi dari berbagai pihak menjadi faktor keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu indikator keberhasilan inovasi, menurut Wafa adalah banyaknya orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk sekolah di madrasah.

“Ini tugas kita bersama, bukan tugas jenengan para guru saja. Mari bersama-sama bersinergi melaksanakan tugas untuk meraih tujuan bersama untuk peningkatan kualitas pendidikan sehingga mendapat kepercayaan masyarakat, yang pada akhirnya mereka berlomba mendaftarkan anak mereka untuk sekolah di madrasah,” jelasnya.

Dari hasil supervisi yang dilakukan, Wafa menyebutkan manajemen pada madrasah sangat menentukan kualitas pendidikan. Di lapangan ada madrasah yang gedung dan fasilitas pendidikannya minim tetapi memperoleh murid secara maksimal. Perencanaan yang bagus menjadi pekerjaan rumah bagi semua madrasah.

“Nah model madrasah seperti ini yang menjadi pekerjaaan rumah bagi kita bersama, diperlukan perencanaaan yang bagus serta pengelolaan pendidikan yang terorganisir serta manajeman pengelolaan yang optimal,” lanjutnya.

Terkait tunjangan sertifikasi, Wafa mengharapkan sertifikasi dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan mutu tenaga pendidik. Wafa melarang keras adanya pungutan atau iuran para Guru untuk paguyuban dan sejenisnya.

“Saya berharap mutu guru dan kualitas pendidikan meningkat, itu sebagai bentuk pertanggungjawab pencairan dana TPG. Tunjangan sertifikasi adalah untuk menunjang kesejahteraan jenengan dan keluarga, jangan gunakan untuk yang lain termasuk jangan ada iuran untuk paguyuban atau lainnya,” tegasnya. (at/am/bd)