Tutup rangkaian peringatan HAB dengan donor darah

Semarang – Puncak rangkaian kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-70 Kementerian Agama, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar bakti sosial berupa donor darah. Donor darah ini merupakan penutup dari seluruh kegiatan dalam rangka peringatan HAB ke-70, mengambil tempat di lobi gedung A kanwil merupakan kerja sama dengan Kanwil Kemenag Prov. Jateng dengan Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang (23/02).

Ketua panitia HAB Syaifuddin Zuhri melaporkan bahwa donor darah diikuti oleh 60 pegawai Kanwil, 12 pegawai Balai Diklat Semarang, 12 pegawai kankemenag Kota Semarang, 19 siswa MAN 1 Semarang, 5 siswa MAN 2 Semarang, 5 guru MTsN 1 Semarang dan 6 guru MTsN 2 semarang.

“Sebanyak 119 pegawai dan siswa telah registrasi sebagai peserta donor darah, adapun pelaksanaannya dilaksanakan Selasa (23/02) jam 09.00 WIB sampai selesai, harapannya kegiatan donor darah semacam ini dapat rutin dilaksanakan,” ucap Saifuddin yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS).

Adapun Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Ahmadi sangat mengapresiasi kerja panitia HAB dalam menyemarakkan peringatan HAB ke-70 dengan kegiatan-kegiatan seperti upacara bendera, jalan sehat, senam sehat dan diakhiri donor darah.

“Terima kasih atas seluruh kerja keras panitia demi suksesnya peringatan HAB, serta kepada seluruh hadirin yang antusias ingin mendonorkan darahnya bagi sesama,” tutur Kakanwil kepada seluruh hadirin. “Inilah bukti nyata bakti kita (kementerian agama -red) kepada sesama dalam menyemarakkan peringatan amal baktinya yang ke-70,” tegas Ahmadi menambahkan.

Sementara itu dari pihak PMI Kota Semarang yang dikoordinatori oleh dr. Eko menurunkan 1 tenaga dokter, 3 tenaga medis dan 2 tenaga administatif. Dalam kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Prov. Jateng ini PMI telah menyediakan 100 bag (kantong darah) untuk menampung darah dari para pendonor.

“Kami telah mempersiapkan 100 kantong darah, dengan 3 tenaga medis yang akan membantu para peserta dalam mendonorkan darahnya, dari total peserta yang mendaftar 50% layak menjadi pendonor itu sudah bagus,” ucap dr. Eko yang kesehariannya bertugas di RSUP. dr. Kariadi Semarang.

Tepat sebelum jam 12:00 WIB kegiatan donor darah selesai, dan tercatat 66 kantong darah terisi, itu menandakan hampir 60% peserta layak diambil darahnya.

“Dari 119 pendaftar tercatat 66 peserta yang layak menjadi pendonor, sedangkan 53 yang lain karena tekanan darahnya rendah/tinggi, mengkonsumsi obat dan usia dibawah 17 tahun, sehingga dinyatakan tidak bisa menjadi pendonor,” jelas dr. Eko.

Pihak PMI berharap agar kegiatan donor darah ini dapat rutin dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag setidaknya tiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. (gt/gt)