UABN Madin Awwaliyah Kabupaten Cilacap Diikuti 1.900 Santri

Cilacap – Ujian Akhir Bersama Nasional (UABN) tingkat madrasah diniyah takmiliyah awwaliyah Kabupaten Cilacap 2018/1439H diikuti 1.900 santri. Adapun materi UABN terdiri atas tujuh mata pelajaran, yakni Aqidah, Akhlaq, Fiqh, Al Qur’an, Hadits, SKI dan bahasa Arab. Sedangkan jumlah lembaga yang mengikuti sebanyak 292.

UABN digelar selama empat hari mulai 9-12 April 2018 atau 23-26 Sya’ban 1439 H. Sebagaimana ujian di madrasah atau sekolah, UAB juga diawasi serta dimonitoring oleh pejabat dari Kanwil Kemenag Prov. Jateng Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah). Madin yang menjadi sampel monitoring terdiri atas Miftahul Jannah Desa Brebeg Kec. Jeruklegi. Madin Al Mubarok Kec. Cimanggu, Nurul Ummah Majenang dan Al Ijtihad Desa Kuripan Kec. Kesugihan.

Kakankemenag Kab. Cilacap melalui Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Subhan Wahyudi berharap, UABN akan dapat memacu semangat para santri dalam menimba ilmu agama. Sehingga lulusan madrasah diniyah takmiliyah semakin berkualitas.

“UABN merupakan salah satu teknik dalam rangka meningkatkan kualitas madin baik penyelenggaraan maupun hasilnya. Sebuah kegiatan akan berhasil dengan baik jika direncanakan dengan baik pula, dikelola dan dievaluasi. Sehingga nanti hasilnya dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan pengembangan berikutnya,”Katanya.

Dikatakan lebih lanjut bahwa, kegiatan UABN merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap layanan pendidikan keagamaan. Hanya saja, alokasi anggaran yang diberikan saat ini masih jauh dari yang diharapkan. Walaupun begitu, Kementerian Agama selaku kepanjangan tangan dari pemerintah tetap optimis dengan semangat juang tinggi untuk melayani.

Terkait keberadaan lokasi madin khususnya di Kabupaten Cilacap, ke depan diharapkan semakin banyak tumbuh madin terutama di sekolah-sekolah yang jauh dengan madin murni. Yakni dengan cara mendirikan madin yang terintegrasi dengan sekolah formal. Dengan begitu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan dapat diimbangi dengan penguasaan ilmu agama. Sehingga efek dari arus globalisasi akan mengarah kepada sisi yang positif. (On/bd)