UAMBN Berbasis Komputer Disambut Positif Peserta Ujian

Karanganyar – Penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Berbasis Komputer yang baru dilaksanakan serentak pada tahun 2018 ini mendapat sambutan positif dari peserta ujian. Hal ini disampaikan langsung oleh siswa-siswi MAN 1 Karanganyar selepas mengerjakan ujian kepada Tim Humas di lokasi Madrasah, Senin (26/03).

“UAMBN berbasis komputer lebih enak mengerjakannya, cepat.” kata Putri Siswa kelas XII MAN 1 Karanganyar saat ditanya Tim Humas Kemenag selepas Ujian UAMBN Al Qur’an Hadis.

Lebih jauh Putri mengatakan bahwa salah satu keuntungan UAMBN berbasis komputer ini adalah berkurangnya rasa khawatir saat mengisi lingkaran pada lembar jawab komputer karena kesalahan pensil, rusak ataupun tidak terbaca komputer.

“Jadi gak takut lagi saat milih jawaban, tinggal di klik saja. Kalau masih seperti dulu dengan diisi lingkarannya kadang ada rasa takut kelebihan bunderinnya. Terus lagi lebih cepat mengerjakannya,” tambahnya.

Pelaksanaan UAMBN BK di MAN 1 Karanganyar diikuti 495 peserta, dimana 470 siswa berasal dari MAN 1 Karanganyar dan 25 Siswa berasal dari MA Darul Amal. Peserta ujian terbagi ke dalam tiga sesi, dimana masing-masing sesi diikuti 200 an peserta. Pembagian sesi peserta ujian ini juga lebih disebabkan karena infrastruktur ujian berbasis komputer yang belum memadai.

Sementara itu, Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Karanganyar, H. Wiharso yang melakukan monitoring pelaksanaan UAMBN BK mengatakan kepada panitia ujian untuk mencermati kemungkinan-kemungkinan yang dapat mengganggu pelaksanaan ujian berbasis komputer, seperti perangkat yang digunakan, jaringan listrik, dan lain sebagainya.

“UAMBN berbasis komputer ini baru pertama kali dilaksanakan, jadi perhatikan dengan seksama pelaksanaannya. Segera tangani kalau ada kendala, jangan sampai anak-anak merasa dirugikan dan terganggu ujiannya”, tegas Wiharso kepada panitia .

Tidak lupa Kasubbag TU juga mengingatkan kepada Kepala Madrasah dan segenap civitas akademik MAN 1 Karanganyar untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Menurutnya, semakin sekolah itu diminati masyarakat, maka penting untuk menjaga kepercayaan yang diberikannya. (ida-hd/Wul)