Ulama dan Umara menjawab problematika umat

Tegal – Perlunya ijtimak para ulama, di Indonesia sekarang ini sangatlah perlu untuk mendapatkan rujukan-rujukan dari para ulama, Wakil Presiden Yusuf kala membuka “IJTIMA’ ULAMA KOMISI FATWA MUI se-Indonesia ke – 5” yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Attauhidiyah Cikura, Bojong Kab. Tegal. Dengan mengambil Tema ‘Ulama Menjawab Problematika Umat dan Kebangsaan’ Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 7 s.d 10 Juni 2015. Dalam arahannya Yusuf Kalla mengatakan bahwa “Indonesia adalah bangsa yang damai dan bersahaja, harapannya fatwa-fatwa yang dihasilkan nantinya akan menjadi Pencerahan bagi semua umat, dia juga masih merasa sedih jika mendengar masih adanya umat yang masih saling membunuh, saling bermusuhan dan saling menuduh, jelas itu bukan merupakan peradapan Islam.”

Pada kesempatan yang sama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa, “Salah satu penentu sebuah bangsa yang baik ada pada sesama ulama serta antara ulama dan umara maka hampir semua tahapan sejarah bangsa Indonesia tidak lepas dari peran ulama.”

Dengan melihat pengalaman sejarah, perkembangan hokum Islam di masa depan nampaknya banyak dipengaruhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang yang di pengaruhi oleh wacana baru yang menjadi ikutannya, yakni bagaimana dengan metode Ijtihat apa yang dilakukan supaya dapat menjawab kebutuhan dan tantangan Zaman. Fiqh hadir sebagai jawaban di tengah problematika,

Sedangkan Ketua MUI Din Samsudin mengatakan “ perlunya perbaikan moral” di Indonesia sekarang ini umumnya mengalami degradasi moral yang sangat memprihatinkan sekali, oleh karenanya sekarang ini para ulama dan umaro untuk saling mengisi dan saling untuk menumbuhkembangkan moral (budi pekerti) bagi anak-anak bangsa yang sekarang ini masih duduk di bangku pendidikan maupun yang masih pra sekolah.

Selain itu Din juga menyampaikan bahwa ini adalah agenda 3 tahunan untuk khusus fatwa MUI, kegiatan pertama di laksanakan di Jakarta, kedua di Gontor Jawa Timur, ketiga Padang Panjang, keempat donpes Cipasung, sedangkan Pesantren Attauhidiyah Cikura merupakan kegiatan yang ke lima terangnya.(Budiawan)