UN MTsN Lancar, Seorang Siswa Terpaksa Kerjakan UN di Puskesmas

Rembang — Ujian Nasional memang tak lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa. Namun semangat siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah dalam mengikuti UN kali ini tidak berbeda dari tahun ketika UN menjadi penentu kelulusan sekolah.

Tahun ini, sejumlah 3778 siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah negeri/swasta di Rembang terdaftar mengikuti UN. Namun beberapa di antaranya mengundurkan diri atau tidak mengikuti UN dengan alasan yang bervariasi.

Selain itu, terdapat dua penyelenggara pondok pesantren penyelenggara dikdas yang menggelar UN Pendidikan Kesetaraan Paket B (Wustho). Yaitu Ponpes Tahfidzul Qur’an Sedan dan PPS Al-Hidayah Sarang. Seksi Pendidikan Madrasah dan Seksi Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren secara berturut-turut mengadakan monitoring di beberapa madrasah dan PPS tersebut.

Berdasarkan hasil monitoring, Jasim mengatakan, secara umum pelaksanaan UN berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jasim berharap, meskipun kini tak lagi menjadi momok, namun hasil UN tahun ini diharapkan memuaskan.

Hal itu juga didukung oleh Masrum. Menurut Masrum, siswa harus mempersiapkan UN sebaik mungkin. Di MTsN Sale sendiri, setiap selesai ujian, siswa dikarantina di madrasah hingga sore hari untuk mempersiapkan UN pada hari berikutnya. “Selain itu juga didukung dengan memanjatkan do’a usai sholat dhuha bersama,” kata Masrum.

Siswa Terpaksa Kerjakan UN di Puskesmas

Sementara itu berbeda dengan yang dialami oleh Frendi Setyawan, siswa MTsN Sale, Kabupaten Rembang. Dengan semangat yang tinggi, Frendi yang berasal dari Desa Wangi Kecamatan Jatirogo Tuban ini mengikuti ujian nasional di Puskesmas Sale. Hal ini lantaran dia mengalami masalah perut, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas sebelum melaksanakan UN.

Dengan dijaga oleh dua orang pengawas, Frendi yang mengenakan seragam sekolah lengkap tampak serius mengurai soal demi soal hingga terjawab dengan tuntas. Menurut Kepala MTsN Sale, Masrum, Frendi masuk Puskesmas Minggu malam (07/05) karena menderita muntaber. Sehingga, Frendi harus diopname di UGD Puskesmas selama dua hari.

“Namun karena yang bersangkutan tetap ingin mengikuti UN, terpaksa mengerjakan UN di Puskesmas. Dan hari berikutnya sudah mengikuti UN di kelas lagi,” kata Masrum.

Hal tersebut diapresiasi oleh Kakankemenag Kabupaten Rembang melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Rembang, Jasim. Semangat Frendi yang demikian menjadi contoh bagi siswa lainnya. Kendati ada kendala, Frendi tetap bersemangat untuk mengikuti UN saat itu juga, tidak ditunda.— (Shofatus Shodiqoh/gt)