UNBK MAN 1 Kota Semarang Ditinjau Kakanwil

Semarang – Kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, kredibilitas dan integritas ujian. UNBK Tahun Pelajaran 2016/2017 dilaksanakan pada jenjang SMP/MTs dan sederajat, SMA/MA dan sederajat serta SMK/MAK dan sederajat. Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) UNBK SMA/MA berlangsung selama empat hari, 10 sd 13 April 2017.

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaran Ujian Nasional Tahun 2016/2017 menyebutkan bahwa peninjauan, pemantauan dan  evaluasi terhadap UNBK dilakukan baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota sesuai dengan tugas dan kewenangan wilayahnya.

Kota Semarang menjadi tujuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani dalam melaksanakan monitoring UNBK MA di hari pertama, pada awal pekan, Senin (10/4). Didampingi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang, Kakanwil berkesempatan meninjau pelaksanaan ujian di MAN 1, MAN 2, MA Al Wathoniyah dan MA Hidayatus Syubban.

Kepala MAN 1 Kota Semarang, Muhlas melaporkan kepada Kakanwil terkait persiapan yang dilakukan dalam menghadapi UNBK. Kamad menyampaikan bahwa rangkaian persiapan sudah dilaksanakan sejak bulan Desember tahun lalu, dimulai dengan pengumpulan dan entry data peserta UN. Disamping itu juga telah dipersiapkan jaringan server, sistem desain, program aplikasi dan infra struktur untuk mendukung pelaksanaan UNBK.

Kamad juga memaparkan tentang pembagian pengawas ujian, “satu ruangan diawasi oleh 2 (dua) orang) pengawas, pembagian pengawas menggunakan sistem silang antar madrasah yang tergabung dalam sub rayon 05,” kata Muhlas .

Pengawas ujian harus mempunyai sikap jujur, disiplin, bertanggungjawab, teliti dan memegang teguh rahasia. Secara aturan, pengawas tidak diperkenankan berasal dari sekolah yang sama dengan peserta ujian dan tidak boleh guru mata pelajaran yang sedang diujikan.

Kakanwil berharap agar sarana yang ada tidak menjadi kendala dalam peningkatan mutu madrasah. “Madrasah harus menjadi unggulan,” tegasnya. Kakanwil mengadakan peninjauan ke semua ruang ujian untuk melihat dari dekat pelaksanaan UNBK,  kesiapan siswa, pengawas dan panitia pada satuan pendidikan. “Alhamdulillah, tidak ada kendala dan hambatan yang berarti,” ujar Kakanwil lega.

Sementara itu Kakankemenag Kota Semarang Muh Habib menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik siswa, orang tua, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MAN 1 Kota Semarang yang telah bekerja sama dalam beberapa bulan terakhir demi kelancaran UNBK. “Kita berdo’a semoga hasilnya sesuai dengan harapan,” ujar Kakankemenag.

Peserta UNBK MAN 1 Kota Semarang berjumlah 460 siswa terdiri dari program Agama (70), IPA (272), IPS (91) dan Bahasa (27). Para peserta dibagi dalam 4 lokal ruang ujian dengan pembagian 3 (tiga) sesion tiap hari. (b.ni-ch/gt)