Untuk Tingkatkan Iman Siswa Katolik, KSKW Adakan Pembinaan Iman

Wonogiri  – Komunitas Siswa-siswi Katolik Wonogiri (KSKW) dalam rangka hari raya Paskah 2018 menyelenggarakan pembinaan iman bagi siswa-siswi SMA-SMK yang beragama Katolik, Jum’at – Sabtu (13-14/04) di SD Kanisius Jamprit Baturetno, Wonogiri yang di ikuti utusan siswa-siswi SMA-SMK  yang beragama Katolik se Kabupaten Wonogiri.

Penyelenggara Katolik Kankemenag Wonogiri, Antonius Sukatno di dampingi Pengawas Pendidikan Agama Katolik, Yuliana Setyaningsih menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai ajang persahabatan, ajang komunikasi dan informasi bagi generasi katolik, sehingga menguatkan karakter anak-anak tersebut.

Adapun sebagai tema kegiatan tersebut adalah “mengasiihi dengan Kata dan Perbuatan Melalui Media Sosial”, dan menghadirkan nara sumber Alois Wardana staf ahli bidang media sosial Kantor Staf Presiden dan Yulius Setiarto (Ketua FMKI KAJ).

Menurut Antonius Sukatno, Pembinaan Iman melalui kegiatan seperti ini sangat penting bagi siswa katolik dalam rangka membimbing dan membina para orang muda untuk menumbuh kembangkan iman agar selalu menjalin hubungan / komunikasi dengan Allah, dengan selalu menjalin komunikasi dengan Allah, maka sikap prilaku kita akan terkontrol, akan terbentengi dari segala perbuatan yang tidak baik.

“Adik-adik para siswa SMA/SMK adalah generasi penerus, pemuda adalah agent of change atau agen perubahan, harapan gereja, harapan bangsa dan negara, agar tercapai cita-citamu sebagai harapan gereja dan harapan bangsa yang cerdas dan berahlak mulia dimasa yang akan datang, sejak sekarang harus belajar dengan baik, menjauhkan segala perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji,” jelas Anton.

Saat ini menurut Anton pemuda di hadapkan pada era di mana di medsos di sajikan berita-berita hoax, ujaran kebencian, fitnah dan lain sebagainya, sehingga di harapkan dengan mengikuti kegiatan ini mereka mampu menggunakan medsos secara baik, damai dan bermanfaat serta menumbuhkan kasih.

Selain itu situasi sekarang ini banyak kita lihat para remaja atau siswa telah rusak masa depannya karena dipengaruhi oleh penyalah gunaan obat-obatan terlarang yaitu Narkoba dan sejenisnya pada kategori yang sudah tanpa mengenal usia dan tempat tinggal.

Untuk itu para pemuda khususnya para pelajar katolik se Kabupaten Wonogiri harus memiliki kecerdasan yang paripurna bukan saja kecerdasan intelektual namun secara emosional dan Spiritual juga harus dibina.

Selama 2 hari para siswa-siswi katolik tersebut akan menerima berbagai materi meliputi : Spiritualitas pelajar katolik, pentas seni sesuai tema paskah, game outbond dan pelatihan penggunaan medsos sebagai sarana mewujudkan sikap iman mengasihi dengan kata dan perbuatan. (Mursyid_heri/Wul)