Upacara HAB Sarana Strategis Pengingat Dan Peningkatan Kinerja

Cilacap – Salah satu media efektif untuk menyampaikan pesan penting adalah upacara. Upacara menyatukan berbagai elemen menjadi satu kesatuan fungsional. Karenanya, upacara dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama, menjadi momen strategis untuk saling mengingatkan menuju peningkatan kualitas.

Hal tersebut sebagaimana dimanfaatkan oleh Kasubbag TU Kankemenag Kab Cilacap, Jasmin, Kamis (3/1) usai membacakan sambutan Menteri Agama RI. Selaku inspektur upacara, pihaknya menegaskan kembali agar apa yang telah disampaikan Menag betul-betul dilaksanakan dengan baik. Sehingga kegiatan upacara dapat menghasilkan output positif.

“Para peserta upacara, kegiatan kita kali ini akan bermanfaat jika kita semua menjalankan amanah yang telah disampaikan Menteri Agama. Sebaliknya, jika amanah tersebut tidak kita hiraukan, maka sia-sialah kegiatan kita hari ini. Padahal kita tahu, bahwa orang yang beruntung adalah yang mampu berubah ke arah lebih baik setip harinya. Karena itu, mari saling mengingatkan untuk selalu berbuat baik dan tolong menolong terhadap sesama, apalagi terhadap tugas kita masing-masing sebagai aparatur negara,”tegasnya.

Ditegaskan lebih lanjut, agar kita mampu menjaga kebersamaan umat diperlukan adanya saling pengertian. Pengertian itu merupakan modal utama yang harus dimiliki. Sifat manusia yang sering lupa menyebabkan hilangnya rasa saling pengertian. Akhirnya terjadilah gesekan bahkan benturan kepentingan. Disinilah pentingnya saling mengingatkan.

Dia berharap, upacara yang berjalan hikmat menandakan kesediaan aparatur untuk menerima instruksi. Tugas menjaga kebersamaan umat tidak bisa dilakukan hanya oleh Kemenag. Menjaga kebersamaan adalah tugas bersama. Aparatur Kemenag berkewajiban memberikan layanan dan menjadi suri tauladan yang baik kepada masyarakat. Sehingga menurutnya akan aneh jika terdapat aparatur Kemenag yang tidak harmonis dalam bekerja.

Untuk itulah dia menegaskan kembali akan pentingnya saling mengingatkan. “Meskipun hanya mengingatkan, tidak sembarang orang mampu melakukannya. Jika tidak tahu caranya, maka tindakan mengingatkan dapat berakibat benturan. Untuk mengingatkan diperlukan kearifan. Dengan kearifan dalam segala hal, maka keharmonisan umat merupakan keniscayaan yang dapat terwujud dengan baik, termasuk dalam bekerja,“Pungkasnya. (On/bd)