Upaya Kemenag Menangkal Gerakan Radikal dan Faham Anti Pancasila

Kota Magelang – Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI adalah negara yang sangat luas, terdiri dari beribu ribu pulau, suku, bahasa, adat istiadat, dipersatukan dengan Ideologi Pancasila dan  UUD 1945, dipererat dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika- berbeda beda tetapi tetap satu. Seiring perkembangan jaman bergesernya format kehidupan akibat pengaruh, globalisasi, informasi, era milenial, atau bahkan jaman industri, banyak sekali muncul permasalahan permasalahan yang komplek. Salah satu problem ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah munculnya fenomena penyebaran paham radikal dan anti Pancasila, yang dewasa ini secara nyata patut di waspadai demi kelangsungan persatuan dan kesatuan NKRI.

Salah satu upaya Kemenag dan Polres Magelang kota dalam menangkal gerakan radikal dan faham anti Pancasila adalah dengan mengadakan Focus Grup Discussion / FGD yang bertema “Penanganan penyebaran paham Radikal dan anti Pancasila di Wilayah Hukum Magelang Kota,” Kamis (01/11) di Gedung Wanita. Turut hadir dalam acara itu, Kanitbinmas, Pelaksana Tugas Kementerian Agama, Kepala KUA se-Kota Magelang dan jajaranya, Lurah sekota Magelang dan serta dari unsur remaja.

Kasatbinmas Polres Magelang Kota, AKP. Dra. Komang Damayanti, dalam sambutanya  mengatakan, “Banyak terima kasih kepada tamu undangan yang telah hadir ikut mensukseskan penyelenggaraan Forum diskusi ini, diharapkan acara ini bisa memberikan kontribusi pemikiran positif untuk menghalau paham radikal dan anti pancasila khususnya di wilayah hukum kota Magelang, lebih lagi untuk menjaga suasana kondusifitas di tahun demokrasi, agar mengedepankan kesabaran, jangan mudah terprovokasi oleh berita hoax yang belum tentu kebenaranya,” tegas Komang.

H. Abdurrosyid, M.Hum, sebagai narasumber dari Kementerian Agama Kota Magelang dalam paparanya menjelaskan, “Bahwa penanganan penyebaran paham radikalisme dan anti Pancasila dilakukan melalui proses deradikalisasi dan pembinaan paham kebangsaan atau cinta tanah air dilingkungan pendidikan maupun generasi muda, melalui program sistematis dan berkelanjutan, pelatihan literasi yang mampu mematahkan argumentasi paham radikal,” ungkap Rosid.

“Kota Magelang merupakan kota yang sejuk dan bersahaja, mari kita jaga bersama,semoga selalu aman tentram damai dan indah,” lanjutnya mengakhiri. (afi/sua)