Upaya Menekan Peredaran Covid-19 Saat Libur Hari Raya

Kota Magelang. Dalam upaya menekan bertambahnya kasus baru pandemi covid19 perlu adanya penyampaian informasi yang baik kepada masyarakat untuk menyadari bahwa Pandemi masih ada dan menunjukkan tingkat kenaikan jumlah terpapar covid19. Demikian disampaikan Sofia Nur Kepala Kantor Kementerian Agama kota Magelang saat mengikuti rapat gugus tugas penanganan covid19. Minggu(9/5)

“Penyampaian informasi terus dilakukan kepada masyarakat agar lebih peduli dengan peredaran Covid-19 yang terus naik dan terpapar di masa H-4 Idul Fitri” kata Sofia

Pelarangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 H sebagai usaha untuk menekan peredaran Covid-19, salah satu usaha pemerintah telah mengeluarkan kebijakan peniadaan mudik, kemudian bekerjasama dengan TNI Polri diwilayah perbatasan. “Penyekat dilakukan untuk angkutan umum masyarakat, dan untuk pendistribusian barang tetap diijinkan” tegas staf Kementerian Perhubungan Adita Irawati. Pembahasan selain dari Kementerian Perhubungan juga disampaikan oleh TNI yang memberikan pelayanan dalam usaha penyekatan, dan Polri yang memberikan pantauan dan pengecekan data masyarakat yang masih melaksanakan mudik. Penegasan ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat nekat mudik menggunakan mobil barang, travel gelap dan jalan tikus, Selain itu Dirjen bimas Islam Amaluddin Amin menyampaikan bahwa Kementerian Agama RI telah menyampaikan surat edaran untuk pelaksanaan bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri menyesuaikan dengan protokol kesehatan, dan itu kami sampaikan kepada garda terdepan Kementerian Agama untuk memberikan informasi kepada umat muslim, pembatasan kegiatan sudah disampaikan salah satunya lima puluh persen masjid dan musholla ketika sholat tarawih, ceramah hanya  lima belas menit, dan untuk kegiatan sholat Idul Fitri tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan berjamaah di lapangan maupun tempat untuk berkerumun.

Kegiatan rapat koordinasi gugus tugas penanganan covid19 dilaksanakan oleh PNPB yang diikuti oleh kementerian lembaga dan pemerintah daerah.

Dengan adanya koordinasi tujuannya ada kesepakatan bersama dan mekanisme yang disampaikan kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan prokes 5 m, dan memberikan informasi bahayanya ketika mudik tetap dilaksanakan.

Harapan dengan kesepakatan bersama dari rapat koordinasi akan dapat memberikan informasi penting tentang covid19, serta dapat menekan terpaparnya masyarakat karena covid19 sehingga pandemi Covid-19 segera berakhir.(Wahono)