Update Data Segera di Lakukan Untuk Entaskan Kemiskinan

Purbalingga (Inmas) – Silaturahim merupakan salah satu cara pendekatan bain antar keluarga maupun antara pemerintah dengan Masyarakat, seperti yang dilaksanakan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam mendekartkan anatara pimpinan rakyat yang dilakukan di beberapa tempat seperti di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) antara wakil Gubernur dengan para Ustadz dan Ustadzah untul Kota semarang yang dilaksanakan di MAJT beberapa waktu lalu.

Silaturahmi kali ini dihadiri Kakanwil Kemenag yang dalam hal ini diwakili oleh Plt Kabag Tata Usaha Ahyani dan Kabid PD Pontren Nor Abadi serta Forkompinda Kab. Purbalingga kegiatan dilaksanakan di Pondok Nurul Barokah Kabupaten Purbalingga dilanjutkan silaturahim ke Pondok Pesantren Roudlotut Tolibin Kabupaten Wonosobo, kegiatan silaturahim dihadiri juga para Ustadz dan Ustadzah sejumlah 2500 ustadz dan ustadzah di pondok Pesantren Nurul Barokah maupun Roudlotut Tholibin Wonosobo. (30/3)

Wakil Gubernur Taj Yasin yang biasa di panggil (Gus Yasin) mengatakan “untuk mendekatkan diri antara pimpinan dengan masyarakat paling baik dengan melakukan silaturahim seperti ini”. Ucap Gus Yasin

“Pentingnya data adalah untuk perencanaan suatu kegiatan dengan tujuan Kemakmuran masyarakat Bangsa kita, itu juga merupakan cita-cita bangsa kita yang telah tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar Negata Kita”. lanjutnya

Gus Yasin menegaskan perlunya sinergi antara Madin satu dengan yang lain serta antara guru pondok pesantren dengan pondok pesantren yang lain harus selalu sinergi sehingga dalam pendataan akan menjadikan data yang mendekali falid, kami menyadari bahwa data itu selalu tidak berubah ada data yang sempurna.

Pada awalnya Pemerintah Jawa Tengah telah menganggarkan untuk para ustadz dan Ustadzah tahun ini menganggarkan 330 Milyard, sedangkan data yang masuk pada kami setelah diklarifikasi guru atau ustadz yang ada di Pondok Pesantren maupun di Madin dan TPQ di jawa Tengah ada 171.131 guru atau ustadz dan Ustadzah, dengan data yang ada maka  dana hanya terserap 205, 5 Milyard.

Untuk tahun yang akan datang kami harap data untuk di perbarui dengan sedetail-detailnya, ini merupakan program untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah, tidak ketinggalan para Ustadz dan para guru pondok pesantren jangan sampai ketinggalan dalam meng updating Datanya. (bd/bd)