UPZ Mentasarufkan Zakat Produktif Berupa 4 Ekor Sapi

Batang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang menyerahkan 4 ekor sapi pada mustahik melalui dana UPZ Kan Kemenag Batang di KUA Kecamatan Batang Jl. Ahmad Yani No.170, pada Rabu ( 28/03 ) .

Dalam sambutanya H. Kudaifah menyampaikan kegiatan pentasarufan zakat produktif ini dalam rangka melestarikan kegiatan sebelumnya bahwa setiap memperingati Hari Amal Bakti (HAB) dan menjelang Idul Fitri dilaksanakan kegiatan pentasarufan zakat konsumtif dan produktif. Termasuk kegiatan ini yang semestinya dilaksanakan peringatan HAB ke-72 Januari 2018 kemarin, karena sesuatu hal maka baru terlaksana hari ini.

Lebih lanjut diungkapkan ini dalam rangka ikhtiar meningkatkan kesejahteraan umat karena zakat produktif sangat efektif untuk mengentaskan kemiskinan pada masyarakat. Harapanya 4 ekor sapi ini nantinya setelah bunting dan beranak enam bulan kemudian anaknya untuk mustahik yang menerima dan selanjutnya induknya digulirkan pada mustahik lainya.

"Seharusnya pentasarufan ini dilaksanakan pada HAN kemenag yang lalu, namun baru dilaksanakan saat ini, karena banyaknya kegiatan," kata Kudaifah.

"Zakat Pruduktif berupa sapi bergulir ini merupakan program andalan dari UPZ, semoga 4 ekor sapi ini akan dapat bermanfaat bagi yang menerima," ungkapnya.. 

Ketua Baznas Kabupaten Batang H. Achfa Makhfudz mengatakan bahwa pentasarufan zakat produktif oleh UPZ ini sangat strategis karena benar-benar diterima oleh para mustahikf. Dia memohon para mustahik dalam pengembanganya selalu koordinasi pada Kemenag Batang dalam hal ini KUA dan selalu berinteraksi pada penyuluh Agama kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (sapi sakit) supaya kejadian tersebut bisa dilaporkan pada Dinas peternakan terkait.

Sementara itu ketua UPZ H. Abdul Wahab menginformasikan bahwa sampai hari ini UPZ Kan Kemenag Batang sudah mentasarufkan zakat produktifnya berupa sapi bergulir di 8 Kecamatan se-Kabupaten Batang se jumlah 21 ekor , termasuk pada kali ini  4 ekor sapi diserahkan pada Mahmudin (Klopo godo-Candiareng), Dakhiron (Kalisalak-Batang), Sapari (Cepokokuning-Batang), dan Mulyadi (Klidang Wetan-Batang). (Zy/rf)