UPZ Sebagai Pengumpul Zakat Yang Kuat & Berintegritas

Pati – Berpijak dari realitas kemiskinan dan persoalan sosial lainnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pati berupaya merespon dengan menggelar kegiatan Pembinaan Operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bagi Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan sekolah se Kawedanan Pati dan Tayu, bertempat di aula kantor Kemenag Kab. Pati, Sabtu siang (02/03).

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan soliditas, integritas, dan koordinasi UPZ dalam rangka optimalisasi mendistribusikan dan mendayagunakan dana zakat. Dimana tujuan akhir dari pengelolaan dana zakat tidak lain adalah menyejahterakan umat, merubah mustahik menjadi muzakki, dan tentunya juga meminimalisir persoalan-persoalan sosial khususnya di Kabupaten Pati. Tak kurang hadir 100 orang perwakilan dari UPZ-UPZ dari berbagai SKPD dan unsur Kecamatan se-Kabupaten Pati.

Kegiatan tersebut di buka secara resmi oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pati yang diwakili oleh Ka.Subbag Tata Usaha, Ahmad Syaiku di dampingi oleh Ketua Baznas, Imam Zarkasi dan segenap pengurus Baznas lainnya.

Ahmad Syaiku dalam sambutannya menerangkan bahwa zakat merupakan salah satu ibadah dan salah satu rukun dari rukun-rukun Islam selain shalat, puasa dan haji. Ibadah zakat sendiri telah menjadi budaya dalam masyarakat Islam di Indonesia, yang pada praktek pemanfaatannya pun beragam, antara lain untuk kebutuhan konsumtif fakir miskin, modal usaha buat kaum dhua’fa, pembangunan tempat pendidikan atau rumah ibadah dan lain sebagainya.

“Zakat sendiri merupakan salah satu sumber dana umat yang bisa dikembangkan sebagai modal usaha dari, oleh dan untuk umat”, jelasnya.

“Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Agama, baik yang berada di pusat, provinsi dan kabupaten kota hingga di pedesaan masih membatasi sebagai pelaksana pengelola zakat langsung, namun menyerahkan kepada badan pelaksana seperti BAZNAS dan lembaga-lembaga amil zakat di masyarakat,” imbuhnya.

Diakhir sambutannya, Kepala Subbag TU menyampaikan pesan Kepala Kankemenag Kabupaten Pati, mengingatkan bahwa tantangan BAZNAS Kabupaten Pati kedepan akan semakin kompleks. Oleh karenanya, BAZNAS Kabupaten Pati mesti menyiapkan diri baik dari sisi manajemen, sumber daya, dan regulasi agar pengelolaan dana zakat kian profesional, kredibel, dan akuntabel. “Barokallah semoga kedepan BAZNAS Kabupaten Pati semakin maju,” harapnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan oleh BAZNAS kali ini, Ketua Panitia, Sutaji mengatakan “kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar karena tidak lepas dari peran serta Kantor Kemenag Pati, yang mana kegiatan ini bertujuan memberikan bimbingan teknis kepada para pelaksana-pelaksana pengumpul zakat yang berada di UPZ kecamatan tentang pengelolaan pengumpulan zakat dan membentuk integritas yang kuat dan solid tentang pengumpulan zakat dan turut mendukung program Pati Sadar Zakat.

Pada kesempatan tersebut dijelaskan tentang adanya laporan keuangan dan kegiatan tahun 2018, pembinaan setoran ZIS banyak yang salah rekening antara setoran zakat dan Infaq. Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman setoran ZIS terbanyak dari katagori OPD dan Sekolah. (Am/Wul)