UPZ Wonogiri Himpun dan Tasyarufkan bagi Masyarakat

Wonogiri – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri bisa menghimpun dan mentasyarufkan dana sebesar Rp. 392.903.750 mengalami peningkatan di banding tahun 2014 yang hanya sebesar Rp. 355.834.397.

Hal tersebut disampaikan Gara Syari’ah, Fauzi Rokhman Jauhari selaku sekretaris UPZ Kankemenag Wonogiri di temui di ruang kerjanya, Kamis (07/01). Menurutnya peningkatan tersebut di pengaruhi peningkatan gaji pegawai Kemenag di tahun 2015.

Sedangkan Ketuan UPZ, Ali Yatiman mengemukakan bahwa esensi dari Zakat adalah menjadikan harta lebih bersih, suci, baik dan berkah. Membersihkan dan menumbuhkembangkan harta serta menjaga harta dari noda dosa dengan keberkahan mentaati dan mengagungkan perintah Allah SWT, sehingga harus di landasi keikhlasan dari ASN Kemenag.

“Ini adalah zakat / amanah dari pegawai di lingkungan Kankemenag Wonogiri semoga pentasyarufan dana dari UPZ Kankemenag Wonogiri bisa bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan umat, dan tidak lupa kami memohonkan doa agar pegawai Kankemenag Wonogiri selalu di beri kesehatan, rizki yang barokah dan mendapat keberkahan hidup,” Imbuh Ali Yatiman.

Bantu Rehab RA

Selain pentasyarufanya untuk insentif guru WB di RA dan Madrasah, beasiswa bagi RA dan Madrasah, bantuan untuk Madin dan beras untuk santri pontren, bantuan air bersih di daerah bencana kekeringan, bantuan operasional Madin dan RA Perwanida, bantuan proses sertifikasi tanah wakaf dan bantuan muskhaf Al Qur’an dan Iqro juga menyalurkan bantuan rehab kepada RA Perwanida.

Menurut Kepala Kankemenag Wonogiri, Safrudin bantuan untuk RA di dasari bahwa lembaga tersebu sebagai lembaga pendidikan formal yang berada dibawah naungan Kementerian Agama harus terus mendapatkan perhatian serius, baik dari kesejahteraan guru maupun dari segi sarana dan prasarana. Mengingat pentingnya pendidikan agama pada usia dini seperti pada pendidikan RA sehinga di masa datang anak memperoleh pengetahuan mendalam tentang agama dan mampu menghayati dalam tata pergaulan di masyarakat yang majemuk.

“Kalau kita melihat kondisi di lapangan kondisi gedung RA masih sangat memprihatinkan, banyak RA yang kumuh bocor bahkan area bermain yang sangat memprihatinkan, kalau tidak kita yang peduli terhadap RA siapa lagi,” imbuhnya.

Adapun tahun 2015 UPZ Kankemenag Wonogiri menyalurkan bantuaan rehab RA untuk 2 lembaga yaitu RA Perwanida 26 Rejosari, Jatisrono dan RA Perwanida 15 Beji, Nguntoronadi. (Mursyid _ Heri/gt)