Urgensi Kelengkapan Administrasi Pendidikan Keagamaan

Cilacap – Pentingnya ketersediaan administrasi santri pada pendidikan keagamaan menjadi urgen. Mindset yang selama ini kurang memperhatikan kelengkapan administrasi di sebagian pesantren sudah semestinya dirubah. Perubahan menuju ke arah yang lebih baik sebagai tujuan pokok pendidikan harus didukung semua pihak.

Kelengkapan administrasi santri adalah salah satu cara merespon program pemerintah dalam meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan. Agar tidak salah sasaran, penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) memerlukan data otentik dan terkini. Langkah ini merupakan salah satu cara melaksanakan layanan pemerintah yang bersih dan akuntabel.

Pernyataan tersebut disampaikan Kakankemenag Kabupaten Cilacap melalui Plt Kasi PD Pontren, Moech Tongat pada Rapat koordinasi pengelola pendidikan keagamaan baru-baru ini di Ruang Rapat Kankemenag.

“Jika pesantren lain sudah bisa menyediakan data administrasi yang lengkap, mengapa masih ada yang belum? Mau menunggu apa lagi? Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Jangan hanya melihat orang lain, tetapi marilah kita bertindak sebagai pelaku. Saya harap seluruh dana PIP yang ada bisa terserap maksimal. Sehingga banyak santri yang bisa terbantu agar mereka lebih isiqomah dan dalam mengaji,”katanya.

Dikatakan lebih lanjut bahwa, data Education Management Informatioan System (EMIS) pendidikan diniyah dan pondok pesantren masih lemah. Terbentuknya forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) masih belum bertaji. Kondisi geografis yang luas dan terpencil belum bisa diatasi secara optimal. Belum tersedianya jaringan internet, kesulitan transportasi dan keuangan masih menjadi faktor terberat.

Untuk sementara, dengan memberi semangat untuk beramal baik yang masih dapat menggerakan pengelola data.  Kementerian Agama selaku pemilik regulasi pendidikan agama maupun keagamaan terus berusaha secara optimal. Sebagai salah satu bukti iman dan taqwa adalah mensyukuri nikmat-Nya. Dan bukti itu terletak pada usaha dalam menggunakan rizqi yang diberikan, salah satunya melalui PIP.(On/bd)