Usai Wukuf, 4 Jemaah Haji SOC Wafat

Semarang – Sepekan sudah operasional ibadah haji masa pemberangkatan berlalu, begitu pula dengan Embarkasi Solo yang berlokasi di Asrama Haji Donohudan Boyolali terasa sepi dan lengang, karena selama 10 hari masa jeda hanya ada 3 orang petugas yang berjaga tiap harinya untuk senantiasa melakukan update informasi haji dan memberikan informasi yang mungkin dibutuhkan oleh masyarakat terkait pelaksanaan ibadah haji yang ada di Tanah Suci.

Kepala Bidang Penyelenggaraaan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Noor Badi mengemukakan sekalipun operasional ibadah haji masa pemberangkatan telah usai dan Satuan Petugas (satgas) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo telah dibubarkan, namun Bidang PHU Kanwil Kemenag tetap menerapkan piket kepada petugas yang telah ditunjuk untuk berjaga di Asrama Haji Donohudan guna memantau perkembangan pelaksanaan ibadah haji maupun memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan termasuk media massa.

“Kami telah menetapkan petugas untuk berjaga di Asrama Haji setiap harinya 3 orang, selama di Asrama mereka bertugas untuk menjaga dan mengamankan aset PPIH, memantau dan mengupdate informasi terkait pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci baik melalui aplikasi Sistem Informasi Haji Terpadu (SISKOHAT) maupun grup media sosial petugas kloter yang telah dibentuk semasa masa pemberangkatan, sehingga pada saat masyarakat membutuhkan informasi tersebut kita sudah siap dengan datanya,” tutur Noor Badi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (13/09).

Jemaah Wafat Usai Wukuf

Inti dari ibadah haji telah usai dengan berakhirnya pelaksanaan wukuf di Padang Arafah pada Minggu (11/09). Jemaah haji Embarkasi Solo sesuai dengan keberangkatan berjumlah 26,480 dan sampai dengan hari menjelang wukuf tercatat 8 jemaah dari Embarkasi Solo telah dinyatakan wafat, hari ini Selasa (13/09) menurut SISKOHAT tercatat 3 jemaah haji Embarkasi Solo yang wafat usai pelaksanaan wukuf di Arafah.

“Berdasarkan data dari SISKOHAT, usai pelaksanaan wukuf setidaknya ada 4 jemaah haji Embarkasi Solo yang dinyatakan wafat, 1 dari DIY dan 3 dari Jawa Tengah yang disebabkan oleh gagal napas (respiratory disease) dan gagal jantung (cardiovascular disease), sehingga hingga hari ini Selasa (13/09) jumlah jemaah haji Embarkasi Solo yang wafat sebanyak 12 orang,” jelasnya.

“Ketiga jemaah tersebut adalah DJUMIRAH KARTO TEMON perempuan (81 th) dari kloter 24 asal Kabupaten Sleman, SUMILAH ATEMO PAWIRO perempuan (64 th) kloter 50 asal Kabupaten Brebes, ROBIAH AHMAD DIRSAD perempuan (79 th) kloter 59 asal Kota Magelang dan NISIH SUMITRO KURDI perempuan (71 th) kloter 5 asal Kabupaten Pekalongan,” lanjutnya.

Ditambahkan, dari laporan petugas kloter yang mendampingi jemaah di Tanah Suci, tercatat 4 jemaah yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.

“Ada 4 jemaah yang saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi, mereka adalah ABDUL SULKAN ABADI laki-laki (53 th) dari kloter 49 Kabupaten Tegal dirawat di RS. Mina Alwadi, MUHSIS AHMAD LEHAR laki-laki (72 th) dari kloter 58 Kabupaten Magelang dirawat di RS. Mina Alwadi, MASDUKI TJIPTOSUDARMO DULMANAN laki-laki (62 th) dari kloter 74 Kota Salatiga dirawat di Daker. Mina dan PURWADI MARIJAN DUL SUMAN laki-laki (53 th) dari kloter 72 Kabupaten Kendal dirawat di RS. Mina Alwadi,” tambahnya. (gt/gt)