Ustadz-Ustadzah TPQ, Madin Dan Pondok Pesantren Ikuti Sosialisasi EMIS

Temanggung – Education Management Information System (EMIS) saat ini terus berbenah melakukan perbaikan pelayanan data dan sistem informasi pendidikan Islam, hal tersebut dilakukan dengan cara meng-upgrade metode aplikasi agar lebih mudah dan memberikan pendampingan tiada henti kepada para operator, salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan data EMIS dalam proses perencanaan program dan anggaran. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Kemenag Kab. Temanggung, H. Saefudin,  saat membuka kegiatan Sosialisasi EMIS.

Sebagai upaya pembenahan tersebut Seksi PD Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung menyelenggarakan Sosialisasi EMIS, Jum’at (26/5) dengan diikuti sebanyak 200 peserta dari Ustadz/ustadzah TPQ, Madin dan Pondok Pesantren se Kabupaten Temanggung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Makan Omah Kebon Temanggung dengan narasumber Hj. Setyaningsih Kasi Data dan Informasi Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

“Beberapa waktu lalu, ketika melakukan penyusunan pagu anggaran 2017, saya menggunakan distribusi data EMIS sebagai dasar penentuan kebijakan biaya operasional pendidikan, meski harus menyesuaikan dengan kuota namun sebaran dilakukan dengan proporsi kebutuhan masing-masing,” papar Ahmad Sugijarto.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pejuang data pendidikan Islam yang selama ini bekerja keras dalam usaha menghadirkan data dan informasi pendidikan meski dengan segala keterbatasan masih antusias dalam bekerja,” ujarnya.

Selanjutnya dalam paparannya Setyaningsih, menyampaikan selain data EMIS, proses perencanaan program dan anggaran saat ini pun mengkombinasikan dengan e-Planning (perencanaan program & anggaran berbasis data elektronik) dan exercise dengan kebijakan rencana kerja prioritas dan renstra pendidikan Islam 2015-2019. “Alhamdulillah EMIS terus maju menuju kebaikan,” tegasnya.

Setyaningsih berharap tidak hanya secara tampilan yang lebih user friendly, website EMIS yang selama ini digunakan sebagai tools pendataan, juga mampu lebih cepat menyajikan data.

“Saya ingin data lebih bagus dan lebih mudah untuk dikonsumsi publik. Sehingga dengan  data EMIS tepat waktu, maka penyusunan pagu akan lebih mudah,” harapnya.

Keterpaduan data juga menjadi perhatian lembaga lain akan konsistensi Kementerian Agama terhadap penyediaan data yang valid, akurat dan handal. “Data adalah alat perjuangan, kalau tidak punya data, apa yang kita bela dalam penentuan anggaran. Jika ada satu sumber data pendidikan Islam, maka akan lebih baik dan mudah dalam mengambil kebijakan dan kita harus pertahankan satu data tersebut!,” jelasnya.(sr/af)