Ustadz/Ustadzah di Karanganyar Terima Intensif Satu Juta Rupiah

Karanganyar – Saat ini banyak pemerintah daerah yang mulai memperhatikan tenaga pendidik pada lembaga non formal seperti Taman Pendidikan Al Qur’an, Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren. Di Kabupaten Karanganyar, Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat (Baznas) memberi perhatian kepada ustad dan ustadzahnya berupa insentif sebesar satu juta rupiah.

Disampaikan oleh Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Ahmad Muhtadi saat Rakor PD Pontren di aula kantor, (11/01), bahwa insentif yang diberikan kepada ustad ustadzah TPQ, Madin dan Ponpes merupakan bentuk perhatian dari pemerintah agar terjalin sinergi yang baik dalam membina generasi masa depan.

“Pemerintah mulai memperhatikan ustad dan ustadzah pada TPQ, Madin dan Ponpes dengan memberikan insentif sejumlah satu juta rupiah ini. Namun apa yang kami berikan baru berupa penghargaan saja, mungkin belum sesuai harapan agar perbulan dengan nominal yang lebih besar,” kata Muhtadi sapaan Kasi Pakis.

Lebih lanjut Ahmad Muhtadi mengatakan bahwa wujud bantuan pemerintah kepada lembaga pendidikan non formal cukup banyak jenisnya, diantaranya adalah bantuan rehab, pembangunan ruang kelas baru bagi diniyah dan ponpes, serta Bantuan Operasional bagi TPQ, Madin dan Ponpes. Dengan banyaknya bantuan yang kini diberikan oleh Pemerintah, Ahmad Muhtadi berharap agar Ustadz Ustadzah dapat mengelola lembanganya dengan lebih baik.

“Kelola TPQ, Madin dan Ponpes secara sungguh-sungguh, baik dari segi administrasi atau manajemen dan pengelolaan kegiatan belajar mengajarnya, sehingga kedepan kualitas outputnya meningkat dan mendapat prestasi,” tambahnya.

Peran guru TPQ, Madin dan Ponpes memang terasa sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa generasi sekarang pandai membaca Al Qur’an karena jasa ustad dan ustadzah TPQ yang mengajari huruf hijaiyah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar yang diwakili oleh Kasubbag TU, Wiharso menyampaikan pesan tentang wawasan kebangsaan dan kerukunan antar umat beragama. Dikatakannya bahwa menjelang Pilkada ini lembaga pendidikan harus ikut menjaga kondusifitas lingkungannya masing-masing.

“Kokohnya Bangsa Indonesia dibangun diatas 4 Pilar, Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Dengan menjaga empat pilar tersebut, maka bangsa Indonesia akan tetap tegak berdiri dan terus maju. Selanjutnya, menjelang Pilkada serentak, kami ingatkan untuk menjaga kondusifitas di lingkungannya masing-masing,” tandas Wiharso.

Rapat koordinasi Seksi Pakis bersama Ustad-ustadzah TPQ, Madin dan Ponpes dibagi kedalam dua sesi, hal ini mengingat tempat yang digunakan pertemuan tidak dapat menampung seluruh peserta. Ada 180 Guru TPQ, 100 Guru Madin dan 40 Guru Ponpes di Kabupaten Karanganyar yang diberi insentif sebesar satu juta rupiah. (ida-hd/Wul)