Wafa Canangkan 2018, Tahun Data bagi Lembaga Pendidikan Keagamaan

Mungkid – Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, mencanangkan tahun 2018 sebagai Tahun Data bagi lembaga pendidikan keagamaan. Kepada para pengurus Forum Diniyah Taklimiyah (FDKT) dan Badko TPQ sekabupaten Magelang, Senin, (05/03/2018) di Ruang Rapat Kankemenag Kab. Magelang, Wafa berharap keberadaan data lembaga keagamaan dapat diprioritaskan.

“Potensi taklimiyah dan TPQ sangat luar biasa, pengurusnya luar biasa, ustad dan santrinya luar biasa. Namun ada yang belum dilakuan dan disempurnakan oleh FDKT maupun Badko TPQ yaitu soal data,” kata Wafa.

Wafa menilai bahwa data riil tentang lembaga keagamaan sangat penting bagi pemerintah dalam hal pengalokasian dana bagi lembaga keagamaan.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah data riil karena kita akan mendapatkan alokasi dana dari manapun termasuk dari pemerintah  berawal dari data yang konkrit,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan pendataan tersebut, Wafa memberikan syarat agar para pengurus pada lembaga pendidikan keagamaan memiliki sifat Pinter, Bener, dan Kober. Pinter artinya pandai, memiliki kompetensi dalam mengolah data, dan mengolah informasi terkait dengan data tersebut. Sehingga mensyaratkan penguasaan teknologi informasi. Bener, artinya, data yang diolah adalah data yang diyakini kebenarannya serta dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkang Kober, artinya sempat, artinya pengolah data pada lembaga keagamaan adalah orang yang memiliki kepedulian tinggi dengan menyisihkan waktu untuk memperbaiki data lembaganya.

Terkait dengan masih carut marutnya data pada lembaga pendidikan keagamaan, Wafa mengajak para pengurus FDKT dan Badqo TPQ untuk tidak saling menyalahkan dan mencari kambing hitam, tetapi bersinergi untuk memperbaiki bersama-sama.

“Mari kita benahi bersama, mari wujudkan lembaga pendidikan baik ponpes, Madin maupun TPQ sebagai lembaga pendidikan yang berbasis data,” ajaknya.

Wafa berharap anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah kepada lembaga pendidikan keagamaan nantinya dapat cair dengan segera dan maksimal jika lembaga pendidikan keagamaan sudah berbasis data.

Wafa berjanji dengan data lengkap dan valid pada lembaga pendidikan keagamaan,  permohonan rekomendasi dan sejenisnya akan diproses dengan cepat.

“Jika data lengkap dan valid, permohonan rekomendasi dan sejenisnya akan diproses dengan cepat. Kami akan memotong prosedur yang tidak perlu dan akan menghilangkan syarat tertentu yang tidak ada hubungannya dengan lembaga pendidikan keagamaan,” tegas Wafa.

“Insaallah jika lembaga pendidikan keagamaan kita sudah berbasis data, Pemerintah  akan lebih memperhatikan sehingga anggaran akan dialokasikan,” katanya.

“Mari ikhlaskan, wakafkan tenaga dan waktu panjenengan untuk mengurus lembaga pendidikan ini agar mempunyai data yang lengkap dan valid,” ajaknya. (am/b)