Walau Rutin, Pengisian Ijasah Perlu Perhatian

Banjarnegara – Sejumlah 56 Kepala Madrasah se-kabupaten Banjarnegara berkumpul di Aula Bawah  Kantor  Kementerian Agama kabupaten Banjarnegara hari ini (13/07) guna sosialisasi pengisian Ijasah usai ujian yang oleh digelar Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

“Regulasi yang dinamis perlu langkah-langkah yang tepat, dan perlu  di koordinasikan,” kata Kepala Kankemenag kabupaten Banjarnegara, H.Masdiro. Hal ini dikarenakan kebijakan madrasah menginduk selain kepada Kementerian Pendidikan juga Kementerian Agama RI, perlu sinkronisasi.

Aturan Kementerian Pendidikan masih hanya mengambil aspirasi  dari sekolah, sedangkan dari madrasah belum terakomodir dengan baik. Di sini perlu kecerdasan seorang kepala madrasah sebagai pimpinan lembaga yang dipimpinnya, lanjutnya.

Masdiro berpesan, Trend pendidikan sebagai idola masyarakat perlu di jaga dan ditingkatkan. Inovasi-inovasi pihak madrasah perlu sebagai pendukung kualitas sekolah baik dari segi akademik maupun non akademik.

“Untuk non akademik, kegiatan ektrakulikuler yang menunjang pendidikan sekolah dan bisa menjadi keunggulan madrasah perlu mendapat perhatian. Bisa menjadi unggulan dan juara di tingkat provinsi, contohnya KSM,” terangnya.

Kementerian Agama juga berusaha memberikan bantuan kebutuhan sarana dan prasarana yang mendukung melalui dana SBSN dan SUKUK BI guna membantu madrasah. Terkait laporan BOS, Kakankemenag berharap untuk ditata dengan baik dan benar, sehingga saat audit sudah siap dan tidak ada masalah.

Hubungannya pengisian Ijazah, Masdiro berharap untuk hati-hati, walau kegiatan ini sudah rutin setiap tahunnya. “Ijazah jumlahnya terbatas dan juknis tiap tahun berbeda, di sini perlu diperhatikan”, pesannya. (Nangim/Af)