Warga Binaan Rutan Purworejo Antusias Belajar Agama

Purworejo – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo dengan Rumah Tahanan Negara Purworejo melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja sama Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Penyelenggaraan Pendidikan Karakter antara yang bertempat di Rumah Tahanan Negara Purworejo yang beralamat di jalan Mayjend. Sutoyo 61 Purworejo, Rabu (04/04) .

Acara berlangsung lancar, pihak Kemenag penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kantor yaitu Bambang Sucipto sementara dari Rutan oleh Pelaksana Tugas Kepala Eko Bekti Susanto.

Sasaran program pendidikan karakter adalah warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam di Rutan Purworejo, tujuan diadakannya program tersebut menurut Eko Bekti Susanto adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, memberikan pembinaan dan pembekalan tambahan untuk kembali berinteraksi dengan masyarakat dengan menitikberatkan aspek akhlakul karimah, memberikan pemahaman dan pembekalan tentang pencegahan radikalisme agama serta penyebaran aliran yang bertentangan dengan agama dan dasar negara, mengantarkan warga binaan untuk mengubah perilaku yang lebih baik, serta terjalinnya kerjasama pengembangan model kegiatan pengabdian masyarakat.

Implementasi dari program pendidikan karakter oleh internal rutan adalah gerakan salat lima waktu berjemaah, sedangkan program yang melibatkan petugas dari kemenag diantaranya adalah pembahasan fiqih dan qur’an hadits yang dijadwalkan setiap Senin pagi, ceramah agama setiap Rabu pagi, pembahasan akhlak dan ketauhidan setiap Kamis pagi, pembahasan salat dan baca tulis Alqur’an setiap Sabtu pagi, katib dan imam salat Jumat, serta katib dan imam salat Ied. Khusus untuk jumat kedua diisi materi pencegahan radikalisme dan penyebaran aliran sesat serta Jumat ketiga diisi materi fiqih wanita khusus untuk warga binaan putri.

Perjanjian kerja sama ini berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang di masa mendatang, setelah penandatanganan kerja sama dilanjutkan dengan khataman hafalan surat An Naba oleh sepuluh warga binaan. (sp/gt)