Warnai Hari Santri dengan Nasionalisime Dalam Diri

Semarang – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2018, Pemerintah Daerah kabupaten Banjarnegara, bekerjasama dengan Kankemenag Kabupaten Banjarnegara dan PC NU Kabupaten Banjarnegara, menyelenggarakan beberapa kegiatan keagamaan mulai 6 Oktober 2018 berakhir 27 Oktober 2018.

Kegiatan yang dimulai 06 Oktober, berupa kegiatan Khotmil Quran (Gedung Aswaja NU Center), Lomba Baca Kitab Kuning (PP. Al Fatah Banjarnegara-13/10), Lomba Mars Maarif NU dan Syubanul Waton (Pendopo Kabupaten-15/10), Seminar Santri (Aula Setda-18/10), Ziarah dan Napak Tilas (Wilayah Banjarnegara-20/10), Tasyakuran HSN (Aula Gedung Aswaja NU-21/10), Mlaku Bareng Kyai-Santri, Apel Akbar HSN, Pengajian Akbar HSN (Alun-alun-22/10) dan diakhiri Halaqoh Nasional (Hotel Surya Yudha-27/10).

“Semarak rangkaian kegiatan dengan nasionalisme yang tinggai terselenggara sebagai ekspresi rasa syukur dan pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Karyono, Ketua HSN Banjarnegara.

Saat memberikan bantuan 2 buah sepeda secara pribadi, Jumat Sore (19/10), untuk kegiatan HSN Banjarnegara, Kakankemenag Banjarnegara, H. Masdiro berharap kegiatan terlaksana dengan lancar dari awal sampai akhir.

Keberadaan pesantren dan madin sebagai pendidikan non formal, diakui dan mendapatkan perhatian Kementerian Agama RI. Sumbangsihnya dalam membentuk akhlak dan pendidikan agama menjadikan generasi muda yang memiliki kualitas lebih, dan jaman sekarang sudah banyak dibuktikan dalam membangun bangsa negara pada berbagai lini.

“Jadikan hari santri ini sebagai motivasi dalam menuntut ilmu, guna membentuk manusia berkualitas dalam iman, ilmu, beramal, berakhlakul karimah dan juga ber-amar ma`ruf nahi mungkar, sesuai tema “Bersama Santri Damailah Negeri,” pesan Masdiro.(Nangim/Sua)