Website Kemenag Sebagai Sarana Pertanggungjawaban Publik

Surakarta – “Website Kemenag adalah Media Pencitraan”. Demikian yang disampaikan oleh Musta'in Ahmad selaku kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta saat membuka acara Workshop Penulisan Berita Website Kementerian Agama (Kemenag), di Fave Hotel Surakarta,Selasa (12/3) kemarin.

Ditambahkan Musta'in, pencitraan di sini tentu sesuatu yang berupa kebaikan-kebaikan yang telah dicapai Kemenag.”Pencapaian tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban pada masyarakat. Karena prinsipnya kita bekerja dan digaji oleh negara,” jelasnya.

Pencitraan yang disampaikan selain sebagai sarana pertanggungjawaban publik, juga untuk mencatat kinerja, menyampaikan inovasi-inovasi yang telah dilakukan Kemenag. Oleh karena itu, katanya, perlu dihindari menyampaikan informasi yang kurang positif di website Kemenag.

“Kita tidak perlu menambah masalah. Informasi yang kurang positif itu biarlah menjadi sarana untuk evaluasi,” tambah Musta'in.

Dalam kesempatan tersebut, Musta'in juga menyampaikan rencana aksi yang akan dilakukan Kemenag Kota Surakarta di tahun 2019. Kemenag mencanangkan 2019 sebagai tahun capaian terbaik. “Harapan kita capaian kinerja itu melampaui atau minimal sama dengan standar. Sehingga setiap insan kemenag wajib berkontribusi,” ujar Musta'in.

Pada kesempatan itu Musta'in juga menyampaikan tentang Matra Kemenag yang dicanangkan oleh Menteri Agama Luqman Hakim Syaifuddin, yaitu moderasi beragama, kebersamaan umat dan integrasi data.

Workshop penulisan berita di website kemenag Surakarta ini diikuti  20 peserta berasal dari satuan kerja di bawah Kemenag Kota Surakarta. Tampil sebagai pembicara adalah Gentur Rachma Indriadi, dari Subbag Informasi dan humas Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

Diharapkan dengan workshop  ini banyak berita yang diposting di website Kemenag, baik kota, provinsi dan pusat. Sehingga kiprah kantor kemenag kota Surakarta bisa dikenal masyarakat lebih luas.

Menurut salah satu peserta, Rusdi Mustapa, “Sebagai salah satu kontributor di website Kemenag, sangat perlu mengetahui teknik-teknik menulis berita yang baik. Sehingga apa yang diposting sudah sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan berita yang baik,” kata Rusdi yang berasal dari MAN 1 Surakarta.

“Para peserta Wokshop Penulisan berita ini terdiri dari para guru madrasah, penyuluh agama,  Seksi, Penyelenggara Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta adalah pondasi dari dasar berita  yang jadi komitmen kemenag kota surakarta dengan kontribusi berita yang penuh dengan senyum dan tegaknya capaian kinerja Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta sesuai dilingkungan tugasnya masing masing supaya bisa masuk sampai berita nasional bahkan internasional dengan berita yang sesuai dengan integrasi data.

Target dari worshop penulisan berita ini adalah memberikan informasi yang sebaik baiknya sesuai dengan data dan fakta  tidak hanya sekedar bahan omongan seseorang atau informasi dari satu pihak saja semua kegiatan dilingkungan Kemanag Surakarta. (rusdi-rma/bd)