Website Merupakan Kebutuhan Publikasi Kinerja Lembaga

Grobogan – Citra Kementerian Agama harus ditingkatkan melalui penyelenggaraan layanan yang berkualitas, salah satunya melalui pemberitaan yang ada di website Kementerian Agama. Dalam hal ini Kementerian Agama Kabupaten Grobogan melalui Sub Bagian Tata Usaha, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Peningkatan Kompetensi Pengelola Website, yang diikuti 45 peserta terdiri dari 19 KUA Kecamatan, 8 Madrasah dan 18 dari UPT Kemenag.   Rabu (29/11) di Aula Kantor Kemenag Kab.Grobogan.

Kepala Kemenag yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha Ali Ichwan mengatakan, rapat koordinasi ini menindaklanjuti hasil rapat koordinasi Subbagian Informasi dan Humas pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, Senin (27/11).

"Keberadaan website Kemenag Grobogan saat ini masih jauh dari baik, sebagaimana penilaian dari kanwil untuk periode Januari sampai dengan September 2017, padahal website sudah merupakan kebutuhan, terutama dalam melakukan publikasi kinerja lembaga, dan merupakan sarana paling efektif dan efisien untuk memasyarakatkan capaian kinerja,” papar Ali.

Ali Ichwan menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas informasi dan publikasi data serta mengelola data dan informasi berita terbaru yang dapat diakses secara cepat, mudah dan aktual oleh masyarakat luas.

“Sebagai aparatur sipil Negara sudah semestinya kita bertugas untuk melayani masyarakat sesuai tugas dan fungsi kita di kementerian agama. Untuk mempercepat pelayanan tersebut, website adalah salah satu kunci untuk melayani masyarakat. Untuk itu peningkatan website wajib kita aplikasikan,” imbuhnya.

Sementara Rubadiyanto mengatakan, selama ini akar permasalahan layanan publik ada pada internal lembaga dan masih belum adanya kepedulian di masing-masing seksi dan satker. Pengelola website sangat menaruh harapan kepada para masing-masing seksi atau satker untuk membantu dalam peningkatan kontributor beritanya.

“Seharusnya dengan ketersediaan jaringan yang ada, setiap peristiwa bisa dijadikan berita, yang diperlukan adalah kesungguhan dan kerja keras dari Kankemenag untuk mengelola website tersebut,” ujar Rubadiyanto. (bd/gt)