Welcome Ceremony and Parenting Day Bodaskarangjati

Purbalingga – Menyambut tahun pelajaran 2018/2019 MIM Bodaskarangjati Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan “ Welcome Ceremony and Parenting Day ” dengan tema Mengenali Potensi melalui Pola Laku Anak. Kegiatan tersebut dihadiri para siswa beserta para orang tua mereka. Hal tersebut disampaikan Kepala MI Muhammadiyah Bodaskarangjati, Choeriyah dalam komunikasinya  via WhatsApp, Selasa (17/11).

Choeriyah menjelaskan kegiatan  yang digelar Rabu (11/07) di madrasahnya dimaksudkan sebagai ajang perkenalan dengan siswa baru serta memberikan wawasan kepada para wali murid baru dan lama, tentang bagaimana memilih, mendidik,  menumbuhkan dan mengembangkan potensi anak melalui pola laku anak serta membentengi anak dari arus era digital.

Selaku Kepala Madrasah ia juga memberikan wejangan kepada seluruh dewan guru  dan wali siswa yang hadir untuk senantiasa bersinergi, menciptakan karakter anak menjadi lebih baik lagi. Karena dimulai dari karakter maka prestasi dan potensi anak lebih mudah dicapai dan berkembang.

Bertindak sebagai narasumber Motivator muda Peraih Juara I Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016, Siti Khasiroh. Dalam pesan-pesannya, Khasiroh yang juga seorang guru Wiyata Bakti di BA Aisyiyah Bajong – Kecamatan Bukateja ini menekankan agar para orang tua lebih mengawasi dan menjaga anak-anak mereka. Orang tua juga dimintanya untuk selalu mendampingi,  memperhatikan serta mengenali potensi anak melalui tingkah keseharian mereka.

“Jangan sekali-kali membentak anak ketika melakukan sebuah kesalahan walau sekecil apa pun. Apalagi karena marahnya sampai menyalahkan pihak lain terutama pihak Madrasah. Bangunlah kerjasama yang kuat serta berikanlah dorongan yang penuh kepada Madrasah untuk terus semangat menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri anak-anak kita. Saya bangga pada Madrasah, karena madrasah memberikan semua benteng pertahanan untuk menghadapi segala cobaan di era ini,” tandas Khasiroh.

Ia menambahkan, problematika yang saat ini dihadapi para orang tua adalah kekhawatiran akan adanya zaman dimana semua pintu telah dibuka, dari pintu zaman purbakala sampai pintu zaman digital. Orang tua pada era sekarang ini harus benar-benar memperhatikan dan bisa mengambil sikap saat memilih pintu mana yang harus dimasuki anak-anaknya.

Apalagi sangat banyak kasus nyata yang terjadi pada era ini. Banyak anak yang jarang bermain bersama keluarga karena mereka lebih senang bermain bersama teman-temanya. Mereka sibuk dengan dunianya, asyik dengan handphone,  Ipad, tablet  dan komputer. Sehingga banyak timbul dampak-dampak negatif seperti anak-anak menjadi susah diatur,  acuh tak acuh, minder dan lain-lainnya.

“Wawasan mereka jauh melebihi batas wajar kebutuhan mereka sebagai anak-anak. Dunia bagaikan berada dalam genggaman mereka. Akses-akses dunia maya di media sosial sekarang dianggap lebih penting dari pada dunia nyata. Miris sekali ….,” ungkapnya prihatin .

Kegiatan yang penuh motivasi  tersebut dihadiri pula oleh PCM Losari – Rembang, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasiyatul Aisyiyah  dan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Bodaskarangjati. (sar/gt)