Workshop Penilaian Kurikulum PAI bagi 50 Guru SD

Grobogan – Kualitas dan mutu pendidikan dasar selalu dituntut untuk menjadi lebih baik, karena perubahan zaman yang terjadi baik secara nasional maupun global. Kualitas pendidikan dasar di Indonesia terbukti belum mampu menghasilkan secara optimal Sumber Daya Manusia yang mampu bersaing. Salah satu penyebabnya adalah kualitas tenaga pendidik yang kurang sadar akan pentingnya pembaharuan kualitas dan strategi mengajar. Oleh sebab itu profesi guru perlu dikembangkan secara terus menerus berkelanjutan agar mengikuti trend perubahan yang diinginkan sesuai amanat Undang-Undang. Untuk itu Kantor Kementerian Agama Kab.Grobogan melalui seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) menyelenggarakan workshop penilaian kurikulum pendidikan agama islam bagi guru SD Kabupaten Grobogan dengan mengambil lokasi di Gedung Candra Negara Hotel Kyriad Grand Master Purwodadi , Selasa (17/04).

Menurut Kepala Seksi PAIS Kankemenag Rozikun selaku ketua panitia penyelenggara, mengatakan ada sebuah teori Alder(1961), bahwa tidak ada kualitas proses pembelajaran tanpa ada kualitas perilaku guru. Sehingga guru sebagai garda depan dalam pendidikan harus memerlukan wawasan pengetahuan bagi guru, maka perlu diadakan workshop penilaian kurikulum pendidikan agama islam bagi guru SD. Yang diikuti 50 guru PAI Kab.Grobogan dan mendatangkan narasumber dari Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah Iman Bukori, Kepala Kemenag Grobogan dan Kasi PAIS Kemenag Grobogan.

“Tujuan kegiatan workshop ini adalah dalam rangka pengembangan pembelajaran dan peningkatan kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi guru khususnya guru yang ada di SD di Kabupaten Grobogan. dan untuk meningkatnya kualitas kinerja Guru PAI secara terukur dengan memahami pelaksanaan Penilaian Kurikulum PAI,” ungkap Rozikun.

Dalam membuka acara sekaligus mengisi materi Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyampaikan Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengemban tugas di sekolahan harus menganut visi dan misi pendidikan islam. Ada 4 misi yang harus di capai antara lain peningkatan pemerataan akses pendidikan islam, peningkatan mutu pendidikan islam, peningkatan relevansi daya saing pendidikan islam dan peningkatan tata kelola pendidikan islam, sehingga bisa meningkatkan guru yang profesional.

“Guru yang profesional akan menjamin terjadinya proses pembelajaran disemua jenjang pendidikan, sehingga output yang dihasilkan akan memiliki kesiapan mental dalam menghadapi perubahan,” tutur Hambali.

Maka dengan demikian Guru Pendidikan Agama Islam juga harus bisa menguasai dan mengimplementasikan Kurikulum 2013 ini. Selain itu Guru juga harus terus berinovasi bagaimana agar pembelajaran bisa menyenangkan anak didik dan tidak monoton. Untuk itu guru harus tahu strategi yang tepat agar nilai-nilai keagamaan pada anak didik dapat dengan mudah diterima dan menghasilkan anak didik yang berkarakter. sehingga mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin berat dan mampu bersaing secara positif di tengah masyarakat, bangsa dan negara.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, kami harapkan seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini semaksimal mungkin, guna peningkatan kompetensi para peserta itu sendiri,” pungkas Kepala Kantor. (bd/gt)