Workshop Penyusunan Soal Uji Coba USBN dan UAMBN

Surakarta – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Karesidenan Surakarta menyelenggarakan workshop penyusunan soal uji coba USBN dan UAMBN mata pelajaran (mapel) Pendidikan Agama Islam di Hotel Assalam, Kartosuro Sukoharjo, Sabtu, (27/1). Acara dihadiri oleh sekitar 100 guru PAI se-Karesidenan Surakarta menghadirkan beberapa narasumber, termasuk diantaranya ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKMA), H. Cholid Trenggono, M. Pd.

Ketua Panitia, Sugiyono, yang juga guru mapel PAI di MAN 2 Surakarta menyampaikan laporan, bahwa yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini soal – soal mapel PAI banyak dinilai kurang bagus kualitasnya. Untuk itu perlu diadakan koordinasi dengan semua ketua MGMP PAI jadilah kegiatan workshop ini.

"Tujuannya berbagi ilmu untuk membekali keterampilan membuat soal yang profesional," ujarnya.

Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar guru mapel PAI pada akhirnya akan menghasilkan produk berupa dua paket Soal Uji Coba USBN dan UAMBN yang dibawa ke KKMA Surakarta. Peserta terdiri dari perwakilan dari Madrasah Aliyah baik nmaupun swasta guru – guru PAI se Solo Raya.

Pada kesempatan yang sama ketua KKMA, H. Cholid Trenggono, M Pd., menyampaikan apresiasi yang luar biasa terhadap acara dipelopori oleh MGMP mapel Alqur'an Hadis ini. Dia berpesan agar  dalam pembuatan soal-soal harus mengandung unsur 4C. Yakni creative, critical, communication dan collaboration.

Sementara itu penulis buku dan Soal UAMBN dan UASBN PAI Nasional,  Abdul Mutolib, S. Ag. M. Ag. dan Faisal Mukarram, M. Pd. Yang dihadirkan sebagai narasumber pada kegiatan ini mengatakan pentingnya koordinasi bersama dalam setiap pembuatan soal-soal ujian.

Abdul Mutolib menyampaikan urgensi meningkatkan mutu soal – soal evaluasi madrasah dengan mengembangkan soal soal yang menuntut penalaran tingkat tinggi atau HOTS (High Order Thinking Skill). Soal-soal HOTS merupakan salah satu ciri dari pengembangan evaluasi pada kurikulum K13 yang telah direvisi.

"Ini upaya untuk membekali kemampuan abad 21 khususnya kemampuan berfikir kritis, problem solving dan ketrampilan literasi," jelasnya.

Pada workshop kali ini peserta perwakilan guru MA Solo Raya selain mendapat materi tentang teknik penyusunan soal HOTS juga dipandu untuk membuat soal uji coba UAMBN dan USBN berdasarkan SKL yang dikeluarkan oleh Kementeeian Agama. (rma/wul)