Wujudkan Madrasah Unggulan, Kemenag Rangkul Unicef

Semarang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Muh Habib menegaskan, pengelola madrasah harus mampu mengikuti perkembanngan jaman dan mampu menjawab kebutuhan lulusannya. Kurikulum madrasah hendaknya disusun dengan memperhatikan dan memperkuat pendidikan ketrampilan agar sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan dunia kerja.

Penegasan tersebut disampaikan Muh Habib dalam rapat koordinasi antara Kemenag Kota Semarang dengan United Nations Childrens Fund (Unicef), di Ruang Rapat Kantor, Kamis (06/12). Rakor diikuti para Kasi dan Pokjawas itu membahas pendidikan ketrampilan di madrasah dan peluang kerja lulusan madrasah.

Dikatakannya, pendidikan ketrampilan di madrasah, khususnya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) sangat penting sebagai bekal hidup mereka memasuki kehidupan nyata di masyarakat. Pendidikan ketrampilan di madrasah akan meningkatkan layanan madrasah kepada masyarakat.

“Lulusan madrasah tidak hanya mengejar menjadi PNS atau karyawan. Diharapkan mereka bisa hidup mandiri karena punya skill dan karya yang memadai untuk menopang ekonominya,” harapnya

Menurut Habib, bekal ketrampilan yang memadai bagi lulusan madrasah dapat menghilangkan image sebagian masyarakat yang menganggap madrasah sebagai lembaga pendidikan nomor dua. Kebersamaan dan kerja keras stakeholder madrasah yang dibingkai semangat ibadah dapat mewujudkan madrasah unggulan.

“Kerja sama dengan Unicef ini sebagai ikhtiar untuk mewujudkan madrasah unggulan. Kita dukung bersama agar pelaksanaannya sukses,” ujarnya.

Sementara itu, education officer Unicef, Belly Lesmana mengatakan, kerja sama Unicef dengan Kemenag Kota Semarang ini akan diawali dengan penelitian tentang kebutuhan ketrampilan pada Mts dan MA Kota Semarang. Penelitian akan dilakukan oleh tim dari Oxford Policy Management Yogyakarta pada tanggal 7-14 Januari 2019.

Ditambahkan Belly, hasil penelitian yang dilakukan nantinya berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat,  pemerintah daerah, BUMN dan dunia usaha lainnya, agar ikut berpartisipasi mendorong pendidikan ketrampilan di madrasah.

“Terlebih dahulu kami akan memotret jenis pendidikan ketrampilan yang dibutuhkan peserta didik di madrasah agar lulusannya siap terjun di masyarakat,” jelasnya. (amh/gt)