Wujudkan Mimpi Dengan Memproduksi Film Pendek

Surakarta – Kecanggihan teknologi Kamera digital saat ini, betul-betul dimanfaatkan bagi sineas muda untuk mewujudkan angan-angannya. Apalagi, saat ini teori atau ilmu apa saja dapat dengan mudah  diperoleh hanya dengan memencet beberapa tombol huruf di handphone yang berbasis android. Begitu kita bisa  mengakses beberapa jaringan yang ada di google, saat itu juga apa yang kita inginkan nyaris semuanya terpenuhi.

Kesempatan inilah yang dimanfaatkan beberapa gelintir siswa-siswi dari MA Muhammadiyah Surakarta untuk mewujudkan mimpinya dengan menyelesaikan garapan film terbarunya yang berjudul “Mimpi Sembadra”, seperti rilis yang kami terima pada Jum’at (15/2).

Film yang diproduksi sejak Januari itu merupakan hasil kerjasama dua kelompok teater yang ada di Surakarta, yaitu Teater Wejang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Teater Swatantra dari FKIP Pendidikan Bahasa Indonesia, yang keduanya berasal dari satu kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Menurut informasi yang  disampaikan, film itu juga turut dilombakan di ajang film pendek Indonesian Short Film Festival (ISFF)  2019 yang diadakan oleh Stasiun televisi nasional, SCTV.

“Film ini diangkat dari realitas masyarakat yang ada di Indonesia, dimana banyak anak-anak berprestasi namun pada akhirnya harus memendam mimpinya karena keterbatasan dana,” ujar Burhanudin, selaku sutradara.

Burhan, sapaan akrab sutradaranya, menjamin film karyanya itu layak ditonton untuk semua golongan.

Alur  ceriteranya, bermula dari kisah seorang gadis kecil yang masih duduk di bangku SMA, bernama Sembadra yang memiliki prestasi bagus. Namun saat akan lulus sekolah, keinginan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi itu mendapat perlawanan dari keluarga. Penyebabnya, kondisi ekonomi  yang tidak memungkinkan. 

Amudra Ayu, siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Surakarta kelas X, yang memerankan Sembadra, aktingnya masih terlihat lugu.

Burhanudin berharap, setelah festival ini selesai, kedepannya akan banyak bermunculan film atau festival dengan tema baru yang berbeda dan lebih mengedukasi. sebab tema yang diangkat merupakan problem sosial ekonomi yang masih dihadapi oleh sebagian masyarakat Indonesia. ini menyentuh kepedulian dari lembaga pendidikan baik pemerintah atau swasta untuk memberikan beasiswa yang memadai bagi siswa yang memiliki kompetensi dan  menginginkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Dengan adanya produksi film ini dan film film yang akan datang akan meningkatkan rasa percaya diri baik guru maupun siswa sehingga mendapatkan prestasi yang terbaik,” tutupnya. (reni-rma/bd)