Zakat Fitrah, Sarana Asah Rasa Empati Siswa

Banjarnegara – MI Cokroaminoto Sijeruk menyelenggarakan Kegiatan Pengumpulan dan Pentasyarufan Zakat Fitrah di lingkungan madrasah Tahun 1442 H. Kegiatan tersebut di laksanakan mulai tanggal 4-7 Mei 2021.

Ketua panitia pengumpulan zakat fitrah, Wahyu Adi menyampaikan, siswa menyetor sejumlah uang dan beras yang mereka bawa dari rumah untuk dikumpulkan dan dibagikan kepada siswa MIC Sijeruk yang kurang mampu serta kaum dhuafa di lingkungan sekitar Madrasah.

“Zakat Fitrah yang di bayarkan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Kualitas beras atau makanan pokok juga harus sesuai dengan yang di konsumsi sehari-hari. Zakat Fitrah dapat ditunaiakan dalam bentuk uang seharga 2,5 kg atau 3,5 liter beras. Panitia memberikan pilihan senilai Rp. 27.000,- atau Rp. 30.000,- di sesuaikan dengan harga beras di lingkungan madrasah,” ungkapnya.

Lanjutnya saat menyerahkan zakat fitrah, siswa-siswi dianjurkan untuk membaca niat membayar zakat fitrah. Hal ini  bertujuan agar mengeluarkan zakat fitrah tersebut dengan ikhlas karena Allah Ta’ala,” ujarnya

“Dengan praktek langsung tata cara melafadzkan niat berzakat fitrah diharapkan siswa-siswi semakin hafal dan dapat menumbuhkan rasa ikhlas beramal karena sudah di ajarkan berulang kali ketika siswa melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan,” tutupnya.

Sementara Cholid Isnawan selaku Kepala Madrasah menyampaikan bahwasanya momentum pengumpulan Zakat Fitrah ini dimaksudkan sebagai penanaman rasa empati siswa sejak dini selain hukum mengeluarkan zakat fitrah adalah wajib.

“Diharapkan setelah kegiatan pembayaran dan pentasarufan zakat fitrah tumbuh rasa empati siswa sehingga siswa dapat membangun hubungan sosial yang baik di madrasah, melatih rasa tolong-menolong dan berlatih mengatur atau mengendalikan emosi,” pungkasnya. (iby/ak/rf)