Zakat Keberadaannya Masih Terlantar dari Rukun Islam yang Lain

Grobogan – Indahnya berbagi, itulah kiranya kata bijak yang tepat dalam momen kali ini. Dalam rangka untuk saling membantu sesama saudara, terutama membantu yang sedang dalam keadaan kesusahan dan kesempitan hidup. Rabu (19/06) Baznas Kabupaten melalui UPZ Kemenag Grobogan, melakukan pentasyarufan zakat dan buka bersama kepada para mustahik, guru madin, guru TPQ dan para penjaga KUA. Pentasyarufan dilakukan saat bulan suci Ramadhan 1438 H menjelang hari Raya.

Dalam laporannya ketua panitia, Abdur Rouf yang juga sebagai Penyelenggara Syariah mengatakan, pentasyarupan zakat ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kab. Grobogan Niam Sukri, para Kasi, pegawai Kantor Kemenag serta para mustahik. dan pentasyarufan didasarkan pada Undang-undang no 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Pada Tahun 2017 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan berhasil menghimpun dan mentasyarufkan dana sebanyak 85 juta 6 ratus ribu rupiah yang dihimpun dari karyawan Kankemenag Grobogan. “Pentasyarufan UPZ di tahun 2017 lebih menitikberatkan pada hal-hal yang produktif yang bertepatan pada HAB Kemenag Grobogan ataupun pada bulan ramadan seperti ini,” jelas Rouf.

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyampaikan, biaya penyelenggaraan kegiatan ini bersumber dari Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS) oleh PNS di lingkungan Kantor Kemenag Kab. Grobogan berjumlah kurang lebih 575 PNS.dan menyalurkan zakat profesi sebesar 2,5 % dari penghasilan perbulan.untuk ditasyarufkan kepada orang yang berhak menerima.

“Bertepatan dengan bulan Ramadan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Grobogan kali ini mentasyarufkan kepada guru madin, guru TPQ, mustahik dan penjaga KUA berjumlah 130 orang,” kata Hambali.

Lebih lanjut Hambali mengatakan, zakat merupakan rukun Islam ke 3. Zakat ini belum mendapatkan respon dari masyarakat dan keberadaannya masih terlantar dari rukun-rukun islam yang lain, seperti masih memprioritaskan rukun islam yang ke 5 yaitu haji.

“Sehingga BAZNAS sebagai Badan Amil Zakat Nasional mendapat PR untuk mengelola zakat kepada masyarakat,sehingga bisa maksimal,” pintanya.

Pentasyarufan zakat kali ini sebesar 30% dan yang 70% untuk ditasyarufkan pada hari amal  bhakti (HAB) Kemenag. “Kemenag mengelola berbagai kelembagaan agama,ponpes,majelis taklim, kemasjidan dan lain-lain, mudah-mudahan kerja sama antara BAZNAZ dengan Kemenag bisa meningkat,” ungkapnya.

Sementara Niam Sukri menyampaikan ucapan terima kasih kepada pegawai Kemenag Grobogan yang telah menyalurkan zakat profesi untuk ditasyarufkan melalui BAZNAS, yang kemudian untuk ditasyrufkan pada berbagai kegiatan. “BAZNAS sudah mentasyarupan untuk tempat ibadah, bedah rumah, program santunan fakir miskin, biaya pendidikan dan juga menyediakan ambulance gratis bagi masyarakat yang membutuhkan,” terang Niam. (bd/gt)