Zubaidi : Jaga Sikap dan Etika Di Tanah Suci

Pati – Sebelum berangkat menuju Tanah Suci Mekkah, Ketua Rombongan dan Ketua Regu Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Pati diberi pembekalan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Pati. Pembekalan dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Selasa sd Rabu (18-19/7).

Sebagai salah satu pemberi materi pembekalan, Selasa (18/7), Zubaidi selaku Plt Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Pati mengatakan berkaitan dengan proses perjalanan haji JCH, tentunya setelah pihaknya memberikan pembekalan terhadap para JCH, maka pihaknya juga memberikan pembekalan kepada para petugas yang mendampingi JCH, yaitu ketua regu dan ketua rombogan JCH Kabupaten Pati.

“Disamping kita memberikan pemahaman terhadap JCH, kita juga memberikan bekal-bekal kepada yang ketua rombongan dan juga kita memberikan bekal atau ilmu kepada para ketua regu. Karena mereka ini adalah yang dipercayakan untuk dapat membantu proses pelaksanaan ibadah haji, yang dilakukan oleh para CJH Kabupaten Pati di tanah suci nanti,” ungkapnya usai memberikan pembekalan.

Tanpa dibekali, lanjutnya, maka itu akan sangat sulit untuk mereka, karena harus tahu bagaimana dan apa tugas ketua regu dan apa tugas ketua rombongan. Semua itu, tegasnya, perlu koordinasi yang apik diantara mereka. Sehingga semua proses-proses manasik yang dilaksanakan di tanah suci itu dapat berjalan sesuai dengan harapan.

“Nah termasuk juga bagaimana para JCH ini menjaga kesehatan, menjaga sikap, menjaga rutinitas-rutinitas ibadah yang mereka lakukan. Kenapa? Karena tentunya pasti berbeda bagaimana budaya kita di Kabupaten Pati dengan budaya kita di tanah suci nanti,” terangnya.

Para JCH, lanjut Zubaidi, merupakan duta, duta bangsa Indonesia dan khususnya duta Kabupaten Pati.

“Di samping mereka melaksanakan rukun Islam yang ke 5. Jadi jaga sikap, karena tujuan kita ke sana kan adalah melaksanakan rukun Islam yang ke 5, yaitu naik haji. Tentunya tidak ada yang kita harapkan selain ridho Allah SWT,” imbau dia agar JCH maupun ketua regu dan rombongan agar menjaga etika, karena membawa nama baik daerah dan bangsa. (Athi’/bd)