Gencaran Informasi Pentingnya Vaksin Covid19 Melalui Kankemenag Wonosobo.

Wonosobo – Hari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo penuhi undangan hadiri Rapat Koordinasi pemberian vaksin covid19 di Kab. Wonosobo, rapat dihadiri oleh Dirut RSI, PKU Muhammadiyah, RSIA Adina, Kepala Kominfo Wonosobo serta seluruh Anggota Komisi D DPRD Wonosobo. 26/1

Rapat yang diselenggarakan di Ruang Anggaran Gedung DPRD Kabupaten Wonosobo dimulai pukul 10.30 WIB dipimpin H. Faizun selaku pemimpin rapat serta Ketua Komisi D pada DPRD Kab. Wonosobo.

Dalam sambutan dalam memimpin rapat Ketua Komisi D sampaikan bahwa banyak polemik yang muncul akibat Pandemi Covid19 ini, Wonosobo yang tadinya Zona Hijau karena Zero Case Covid19 tetiba setelah Hari Raya Haji tahun 2020 kemaren melonjak menjadi Zona Merah.

“Wonosobo tadinya zona aman karena tidak ada kasus covid19 namun akhir ini kita menyandang zona merah akibat banyaknya kasus covid19. Claim pada pasien atau terduga pasien harapnya agar di cermati betul serta tidak mudah pasang claim pada pasien akan kasus tersebut. Transparansi, serta informasi yang masiv dibutuhkan agar masyarakat mampu lebih aware dan yakin akan covid19 serta vaksin covid19 ini,” tutur Faizun.

Dalam sampaian oleh angota Komisi D lain juga menekankan tentang antisipasi dan penanganan kasus Covid19, pemulasaraan jenazah serta persiapan datangnya Vaksin Covid19 di Kabupaten Wonosobo ini. Pada rapat tersebut juga tekankan pasien atau orang yang sedang karantina juga butuh bimbingan mental rohani agar orang tersebut semakin kuat imunnya selama tersuspect Covid19.

Kepala Kantor Kementerian Agama Drs.H. Ahmad Farid M.Si, melalui paparannya menyampaikan terimakasih atas apresiasi kepada DPRD bahwa Kemenag dipercaya untuk ikut serta rapat koordinasi minimal mendengarkan hasil rapat, dan akan semaksimal mungkin turut serta melaksanakan hasil baik keputusan rapat koordinasi ini.

“kami selaku Kantor Kementerian Agama, memiliki database mengenai jumlah Penyuluh Keagamaan, tokoh Keagamaan, lembaga pendidikan Keagamaan serta data Pondok Pesantren dibawah naungan Kementerian Agama Kab. Wonosobo. Sesuai dengan sampaian Ketua Pimpinan akan kami tindak lanjuti kepada yang kami sebutkan tadi serta kemudian memberikan informasi yang massif mengenai covid19 serta akan datangnya vaksin covid19 tentunya sesuai dengan keputusan rapat kali ini maupun perkembangan kedepannya,” sampaian Farid.

Dalam rapat ini DPRD Wonosobo juga sebutkan bahwa  ia menyikapi perintah Menteri Agama bahwa tokoh agama untuk divaksin,  dan DPRD Wonosobo menelaah betul perintah tersebut karena tak dipungkiri Wonosobo juga menyandang nama sebagai kabupaten dengan jumlah Pondok Pesantren yang besar.

Program vaksin covid19 untuk dapat dijadikan bahan sosialisasi kepada masyarakat, dengan harapan kepercayaan masyarakat  pada vaksin ini kuat, serta agar tidak terjadi penolakan nantinya. PS-WS/qq