Penguatan Sumber Daya Manusia Bidang Pendidikan

Kota Magelang – Perkembangan ilmu dan teknologi telah menuntut pegawai untuk mengikutinya, untuk itu dalam sistem pengembangan dan penguatan tenaga teknis dilingkungan pendidikan dilaksanakan sosialisasi aplikasi e-RKAM. Mengingat pentingnya aplikasi tersebut untuk menunjang pelaksanaan pendidikan dan pelayanan kemasyarakat, lembaga pendidikan selain memilki sarana yang baik maka perlu ditunjang dengan sumber daya manusia yang unggul. Demikian pesan yang disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Arif Yudha Himawan yang diwakilkan oleh staf penmad Akhmad Masruri, Senin (25/01)

“Memilki sarana yang baik dan layak tidak ada gunanya bila tidak di tunjang dengan komposisi pegawai yang memilki kopetensi dalam menggunakan sarana tersebut, untuk itu sumber daya manusia harus diberdayakan”Kata Arif.

Melalui dirjen Pendidikan Islam telah disampaikan program pembangun Madrasah Bermartabat tentunya tidak hanya dengan mengedepankan slogan tetapi perlu peningkatan kemampuan, untuk itu sosialisasi e-RKAM adalah bagian bagaimana tenaga teknis dilingkungan Kementerian Agama dapat mengaplikasikanya sebagai bentuk kerja nyata pelayanan pendidikan.

“Mengutip slogan Madrasah Bermartabat, untuk meraih itu peningkatan Sumber Daya manusia sangat penting guna melaksanakan program dan kerja nyata” Jelas Arif.

Kegiatan Sosialisasi tahap lanjut ini dilaksanakan di MTSn Kota Magelang dan di Ikuti oleh Pengawas Pendidikan Islam Kota Magelang, Jajaran Kepala sekolah dan Guru Pendidikan Agama Islam.

Tujuan umum dilaksanakan kegiatan sosialisasi e-RKAM Bagi Madrasah adalah untuk meningkatkan pemahaman kepala madrasah khususnya penerima dana BOS tentang pengelolaan dana BOS secara mandiri, professional, transparan, dan akuntabel sesuai pedoman teknis, dan tentunya melalui aplikasi e-RKAM. Sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut adalah tercapainya persamaan persepsi dan pemahaman tentang pengoperasian aplikasi e-RKAM, membekali para pengelola dana BOS agar memiliki pemahaman dan kemampuan, dan terfasilitasinya madrasah penerima BOS yang mengalami kesulitan dalam pengelolaan dan pelaporan.

Harapan kedepan seperti moto Madrasah Hebat dan bermartabat dapat menyajikan data dan informasi kepada masyarakat tentang madrasah dan tata kelola madrasah yang bersih, melayani dan mengayomi. (Wahono)