Guru RA Senantiasa UPDATE Terhadap Perkembangan

Surakarta – Bertempat di Aula RA Al Islam 1 Jamsaren Surakarta, Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal mengadakan kegiatan Lomba Micro Teaching secara Virtual dan diikuti oleh perwakilan tiap lembaga RA yang ada di Surakarta (21/02). Ketua Panitia, Anita Rachmawati menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antar kepala dan guru raudhatul athfal yang ada di Surakarta secara swadaya, diikuti 31 guru dari 33 lembaga yang ada di Surakarta.

Hadir dalam kegitan tersebut Pengawas Madrasah, Istikomah mewakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta yang berhalangan hadir. Istikomah menyampaikan bahwa guru harus update terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. “Dengan belajar dan berusaha meningkatkan kemampuan serta berinovasi dalam pembelajaran, terutama dimasa pandemi covid-19 ini karena pembelajaran dilaksanakan secara daring,”tuturnya. Istikomah menghimbau para guru untuk berusaha dan meningkatkan kemampuannya, agar tidak tertinggal dan ditinggalkan oleh perkembangan zaman dan berakibat sulit untuk mewujudkan RA yang hebat dan bermartabat.

Lomba micro teaching bukanlah segalanya tapi merupakan bagian dari ikhtiar dalam meningkatkan kemampuannya dan berbagi dalam pembelajaran serta dalam rangka mewujudkan madrasah atau RA yang  hebat bermartabat. Kriteria lomba micro teaching antara lain ; Durasi waktu maksimal 10 menit, hasil shotingan pembelajaran tanpa editan(asli), dan kesesuaian dalam pembuatan RPPH, tema, metode dan alat yang digunakan. Ada hal yang menarik dari penampilan atau hasil syuting diantaranya suara yang tidak terdengan, gambar yang miring kanan, bahkan ada yang terbalik.

Tampil sebagai Juara 1 Perwakilan dari RA Al Islam 3 Gebang, Juara 2 perwakilan dari RA Miftahul Jannah dan Juara 3 perwakilan dari RA Alif Smart, juara 1,2 3 berasal dari Kecamatan Banjarsari.

Salah satu dewan juri ,Dewi Marsiyah menyampaikan pesan terkait pengambilan tema. “Hendaknya dalam setiap pembelajaran khususnya dilingkungan RA ,setiap tema yang diajarkan senantiasa dikaitkan dengan budi pekerti luhur serta syukur atas karunia Allah SWT dan tema itu sendiri dapat berubah menurut situasi dan kondisi, sehingga pembelajaran itu tidak monoton tapi mampu menarik perhatian anak ,”tuturnya. Ia berharap kelak anak-anak dimasa mendatang menjadi anak yang shaleh dapat mensyukuri setiap nikmat yang didapat serta dalam mengambil hikmat dari suatu peristiwa yang ada. (skn/mybd)