Kepala KanKemenag Jepara: Jangan Sampe Ada Madrasah Tsanawiyah yang Tertinggal

Jepara – Dalam menyelaraskan program pendidikan Madrasah Tsanawiyah, KKMTs 01 diselenggarakan untuk memacu kemajuan pendidikan di MTs se-Kabupaten Jepara dengan memperkenalkan program ‘sahabat madrasah’ yang digagas oleh Kantor Wilayah Kemenag Jateng, Rabu (17/02). Dalam hal ini, Miftahudin selaku Ketua KKMTs Jepara mengatakan bahwa KKMTs 01 harus didorong semaksimal mungkin agar mampu menyikapi perubahan zaman serta perubahan regulasi pendidikan untuk memajukan madrasah.

‘Sahabat madrasah’ sendiri merupakan salah satu strategi pendidikan yang digagas oleh Kanwil Kemenag Jawa Tengah yang bertujuan untuk memajukan madrasah melalui konsep kolaboratif baik secara lembaga maupun komponen di dalamnya, yaitu guru dan tenaga pendidik, seperti yang disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah pada kegiatan Koordinasi Teknik Dukungan PKB Guru dan Tendik Madrasah Angkatan IV. Program ini memiliki visi untuk mempercepat akselerasi kemajuan dari madrasah-madrasah kurang maju bekerjasama dengan madrasah yang sudah maju melalui konsep pembinaan dua arah, sehingga nantinya tidak akan ada lagi madrasah yang tertinggal dan tidak ada madrasah yang tidak berprestasi.

Sementara menurut data Kementerian Agama, setidaknya ada 115 Madrasah Tsanawiyah yang ada di Kabupaten Jepara terbagi atas 2 Madrasah Tsanawiyah Negeri dan 113 Madrasah Tsanawiyah Swasta. Jumlah tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok kerja, yaitu KKMTs 01 dan KKMTs 02. Pembagian kelompok kerja tersebut didasarkan pada kualitas Madrasah Tsanawiyah dalam proses pengajaran maupun fasilitas pembelajaran. Nyatanya, keberadaan MTs di Jepara masih menjadi alternatif atau pilihan kedua bagi para pelajar yang tidak bisa menembus SMP Negeri, karena eksistensinya belum bisa menyamai SMP Negeri yang masih menjadi trend center dan cenderung memiliki kualitas dan fasilitas pengajaran yang memadai, ungkap ketua KKMTs 01 Jepara.

Namun, jika para kepala sekolah MTs mampu mengadopsi program ‘sahabat madrasah’ maka akan terjadi sebuah peleburan yang akan menghilangkan sekat pembagian berdasarkan performa madrasah antara wilayah 01 dan wilayah 02. Jika masalah ini bisa diatasi, maka keberadaan MTs di Jepara akan mampu bersaing dengan SMP Negeri baik dalam metode pembelajaran maupun fasilitas pendidikan, sehingga harapannya mampu memunculkan madrasah yang hebat, bermartabat, dan berkelas dunia.

“Madrasah Tsanawiyah harus mampu mensosialisasikan serta mengarahkan guru-gurunya dengan baik serta mampu menjadi suri tauladan bagi murid-muridnya, melalui program ‘sahabat madrasah’ ini juga para kepala sekolah KKMTs 01 harus bisa mendorong hadirnya inovasi dan kreativitas agar mampu mensejajarkan keberadaan MTs dan SMP Negeri sehingga bukan lagi menjadi pilihan kedua,” tutup Drs. H. Muh. Habib, MM dalam sambutannya.(faw/rf)