Membangun Magelang Menjadi Kota Jasa dan Melayani

Kota Magelang – Pembangunan yang sudah dilaksanakan belum semua dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana program Kota Magelang 2010-2025, hal ini disebabkan proses yang harus dilaksanakan dengan mekanisme dan perencanaan yang baik. Keberadaan sekarang setidaknya telah mengubah warna Kota Magelang yang asri dan layak sebagai kota jasa dan melayani. Demikian disampaikan Sigit Widyanindito sebagai Walikota demisioner, saat memberikan sambutan refleksi 10 tahun kepemimpinan di Kota Magelang, Kamis, (18/02).

“Pembangunan harus terus berjalan untuk kemajuan Kota Magelang, sampai saat ini yang dapat kami lakukan belum sempurna maka perlu adanya tindak lanjut,” kata Sigit.

Membangun Magelang tidak hanya insfrastrutur, tetapi juga sumber daya manusia. Kota Magelang memilki program kota layak anak yang menjadi prioritas, administrasi yang transparan, publikasi yang cepat dan mudah diakses, pendidikan dari usia dini sampai perguruan tinggi. Untuk kelayakan pendidikan dapat dilaksankan salah satunya adalah UNTIDAR yang dulu swasta kini telah menjadi negeri, keberhasilan ini adalah dukungan dari semua pihak untuk kemajuan Kota Magelang.

“Menciptakan keseimbangan pembangunan tidaklah mudah, untuk itu penguatan dalam segala bidang harus menjadi sekala prioritas kedepan,” jelas Sigit.

Pelaksanaan refleksi 10 Tahun kepemimpinan Sigit dan Windarti dilaksankan di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang. Acara dihadiri jajaran pemerintah daerah, kalangan tokoh agama, dan turut hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, Sofia Nur.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang usai acara berlangsung menyampaikan apresiasi dengan keberhasilan yang telah dicapai selama kepemimpinan Sigit dan Wiandarti. Dari refleksi yang di sampaikan sudah mewakili apa yang menjadi program untuk menuju Magelang Kota Jasa dan Melayani. Ini terbukti dapat meraih WBT dan WBK di tahun 2020, dan ini mencerminkan kinerja yang maksimal pemerintah daerah.

Harapan kedepan kepemimpinan yang baru dapat meneruskan dan lebih baik serta dapat membangun komunikasi dan sinergi dengan Kementerian Agama dalam membangun Kota Magelang yang damai, sejuk, dan nyaman. Juga menjadikan Kota Magelang yang indah untuk menjadi kota yang ramah, dengan slogan “Ayo ke Magelang yang LebihBaik”.(Wahono/Sua)