Sosialisasi Prokes 5M Lewat Doa Bersama GPAB

Ungaran – Penyuluh dan Guru Pendidikan Agama Buddha (PAB) Kabupaten Semarang menggelar doa bersama untuk kedamaian Bangsa Indonesia sekaligus sosialisasi protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi kerumunan dan mengurangi mobilitas), di Sekolah Adicitta Kenteng Susukan, Selasa, (9/2).

Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan hanya diikuti oleh 25 orang, terdiri dari penyuluh dan perwakilan Guru PAB mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Koordinator guru PAB Kabupaten Semarang, Jimo, menginformasikan bahwa kegiatan doa bersama semula akan dilaksanakan tanggal 12 Januari 2021. Namun karena ada instruksi pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali, kegiatan baru dapat terlaksana di bulan Februari 2021.

“Awalnya ini adalah doa bersama rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-75 yang jatuh pada tanggal 3 Januari. Namun karena adanya PPKM, kegiatan baru terealisasi sekarang,” terang Jimo.

Dalam kesempatan tersebut, Jimo juga melafalkan lantunan doa-doa yang dibacakan.

”…Hong wilaheng awignam astu nama sidham, luputta sarik lan sandi, luputta dendaning tawang towang jagat dewa bathara yang jagat pramu dhita buwana langgeng. Wonten ing dinten meniko guru sarto penyuluh agama Buddha kabupaten Semarang sami makempal ngunjukake agunging puja puji ingarsanipun Gusti ingkang Maha Asih mugi-mugi awit sih nugrahanipun tansah paring pangayoman dumateg kawulo sami, mugi-mugi sedaya sesakit, sedaya bebaya, sedaya wabah engal sirna. Mugi sedaya warga tansah mangih kabagyan kwilujengan bangsa Indonesia tansah pinaringan kejayaan kemakmuran…”. 

Di akhir kegiatan, diadakan pula prosesi potong tumpeng sebagai ungkapan syukur atas semua nikmat dan karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk bangsa Indonesia.(shl/Sua)