Daring, Sri Astutik Beserta Anggota Ikuti Peringatan Isro Miraj Virtual DWP Kemenag RI

Wonosobo – Bertempat diruang rapat Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kab. Wonosobo pada hari Jumat (19/3), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kankemenag Kab. Wonosobo ikuti peringatan Isra Miraj secara virtual yang digelar oleh DWP Kemenag RI.

Sedikitnya ada sepuluh anggota DWP Kankemenag Kab. Wonosobo yang hadir untuk menyimak peringatan tersebut, termasuk Ketua DWP Kankemenag Kab. Wonosobo. Selanjutnya, Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al Quran, dilanjutkan sambutan dari DWP Kemenag RI, Sambutan Penasehat DWP Kemenag RI dan selanjutnya inti dari peringatan Isra Miraj yaitu pengajian sebagai refleksi memperingati Isra Miraj dengan menghadirkan penceramah yang merupakan cendekiawan muslim serta mantan Menteri Agama (Menag) Kabinet Pembangunan VII (1998) Qurais Shihab.

Dalam sambutannya, Penasihat DWP Kemenag RI Enny Yaqut Cholil mengatakan, Isra Miraj merupakan peristiwa istimewa yaitu peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW menerima Perintah untuk ibadah Sholat. Perjalanan Nabi Muhammad SAW hendaknya diteladani oleh umat muslim dalam menjalani kehidupan didunia. Enny Yaqut Cholil menambahkan terkait Pentingnya wanita dalam perspektif Islam.

“Sejarah Nabi Muhamad SAW penuh hikmah, terlebih untuk wanita dimana Nabi Muhammad SAW sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan di segala sektor. Pentingnya wanita dalam perspektif islam serta Nabi Muhammad SAW melakukan pembebasan tekanan-tekanan yang diterima oleh perempuan,” jelas Enny Yaqut Cholil.

Sementara itu dalam ceramahnya, Qurais Shihab mengangkat Tema peristiwa Isra Miraj sebagai motivasi moderasi beragama ditengah keamjemukan yang ada di Indonesia. Qurais Shibab menjelaskan, Moderasi merupakan pertengahan antara dua ekstrim dan berada disatu titik yang tidak memihak ke kiri atau kanan, tetapi ada kalanya harus mengambir dari sisi kini atau kanan sebagai penyeimbang.

“Istilah serupa moderasi yaitu adil, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, Assadaat atau ketepatan yaitu sesuai arah yang dituju. Agama Bersumber dari Allah dan sudah sempurna. Kita harus mampu membedakan antara agama, ilmu agama dan beragama,”jelas Quraish Shihab.

Qurais Shihab mengatakan, Agama seperti hidangan, Ilmu agama seperti menyajikan hidangan dan Beragama seperti kita memilih hidangan. Isra miraj mestinya mendorong umat muslim khususnya untuk melakukan moderasi beragama.

Disisi lain usai mengikuti peringatan Isra Miraj secara virtual, Sri Astutik Nurul Hidayah selaku Ketua DWP Kankemenag Kab. Wonosobo mengatakan, Isra Miraj merupakan perjalanan sarat makna yang dan merupakan momen penting di mana Nabi menerima perintah Sholat lima waktu sebagai kewajiban umat manusia. Selain itu kisah perjalanan Nabi penuh hikmah yang dapat diteladani umat manusia.

“Salah satu hikmah dari perjalanan Nabi yang bisa diteladani salah satunya yakni dalam konteks perempuan mengenai Nabi Muhammad SAW yang meninggikan derajat perempuan. Nabi Muhammad SAW amat menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum perempuan,” ungkap Sri Astutik.

Sri Astutik menambahkan, melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW yang telah mebuka kesadaran umat tentang pentingnya kehadiran perempuan dalam perspektif Islam diharap mampu memotivasi perempuan dalam kiprahnya baik di ranah domestic maupun karir. Ps-ws/qq