Groundbreaking Masjid Syekh Zayed di Gilingan Solo Bukti Hubungan Baik Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab

Solo (Humas) – Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri BUMN, Erick Thohir menyambut Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohammed Al Mazrouei dan Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Matar Al Kaabi untuk bersama melaksanakan Groundbreaking Masjid Syekh Zayed, di Gilingan Solo Sabtu (6/3).

Menag menyampaikan Groundbreaking ini menjadi bukti hubungan baik antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Uni Emirat Arab. Hubungan baik ini akan terus ditingkatkan. Pendirian masjid yang akan dibangun mirip dengan Grand Mosque di Abu Dhabi ini merupakan salah satu program Uni Emirat Arab (UEA) – Indonesia. Biaya pembangunan masjid ini mencapai USD20 juta atau hampir Rp300 miliar yang seluruhnya ditanggung pemerintah UEA. 

“Saya atas nama pribadi pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia berterima kasih atas bantuan masjid yang sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah Uni Emirat Arab. Mudah-mudahan sebagaimana yang kita tahu Uni Emirat Arab ini adalah negara Timur Tengah yang sangat terkenal toleransinya ini juga menjadi inspirasi kita untuk kembali mengembangkan toleransi yang kita miliki,” ungkap Menag.

“Dan kita bersama-sama mengembangkan toleransi moderasi beragama dan bisa terus berjalan dengan Uni Emirat Arab.” imbuhnya.

Turut dalam prosesi peletakan batu pertama yakni  Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA),Suhail Mohammed Al Mazrouei, Menag RI, H. Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Matar Al KaabiMohammed bin Matar Al Kaabi, Menteri BUMN RI, Erick Thohir, Abdulla Salem Al Dhaheri, Rashid Obaid Al Dhaheri, Wakil Gubernur, Gus Taj Yasin, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Semoga pembangunan masjid ini berjalan dengan lancar dan mendatangakan manfaat yang melimpah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Solo pada khususnya. qq