Kakankemenag Kendal Tinjau Pelaksanaan Ujian Ponpes ARIS

Kendal – Sebanyak 59 santri putri pondok pesantren ARIS, Kecamatan Kaliwungu mengikuti ujian tingkat Wustha yang dilaksanakan mulai Senin s.d Kamis 15-18 Maret 2021. Secara teknis pelaksanaan, peserta dibagi kedalam 2 ruangan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan demi kenyamanan dan keamanan santri.

Dihari pertama pelaksanaan ujian ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal, H. Mahrus didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ahmad Zaenudin berkunjung sekaligus monitoring pelaksanaan ujian, Senin (15/3).

Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren mempunyai tugas, yakni melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pengelolaan data dan informasi, serta penyusunan rencana dan pelaporan di bidang pendidikan diniyah, diniyah takmiliyah, kesetaraan, Al-Quran, dan pondok pesantren. Guna merealisasikan salah satu tugasnya, Kasi PDPontren Ahmad Zaenudin meninjau dan memastikan langsung pelaksanaan ujian tingkat wustha berjalan lancar.  

“Pelaksanaan ujian tingkat wusta harus betul-betul direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi dan diawasi dengan baik. Dengan monitoring diharapkan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan baik kepada pemerintah maupun masyarakat itu sendiri,” ujar Ahmad Zaenudin.

Lebih lanjut KakanKemenag Kendal, H. Mahrus menekankan pelaksanaan ujian harus sesuai dengan kaidah dan norma, mengingat ujian tahun ini berlangsung saat pandemi Covid-19. Pentingnya menjunjung kredibilitas lembaga demi mengahantarkan santri-santrinya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Dengan pelaksanaan ujian ini diharapkan kredibilitas pondok pesantren dapat dipertahankan, dibuktikan dengan lulusan yang mampu bersaing di era global,” tagasnya.

Diketahui, untuk hari pertama ini yang diujikan berupa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Bahasa Indonesia dan Al-Quran. Sedangkan mata pelajaran Matemarika dan IPA dilaksanakan esok harinya. Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19 pelaksanaan ujian berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, baik bagi santri maupun ustadz/ustadzah pengawas ruang ujian. (bel/rf)