Kunjungan Wamenag, Kepala MAN 1 Surakarta Paparkan Prestasi

Surakarta – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Zainut Tauhid Sa'adi, mengadakan kunjungan kerja ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, kamis (25/3/2021) bertempat di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu madrasah setempat. Kunjungan kerja ini dalam rangka pembinaan ASN di lingkungan MAN 1 Surakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut Musta'in Ahmad selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Maskur Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta beserta jajarannya. Juga kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Surakarta, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) 1 dan 2 Surakarta serta Wakil Kepala MAN 2 Surakarta.

Dalam sambutannya, Slamet Budiyono, memaparkan selayang pandang MAN 1 Surakarta. MAN 1 Surakarta awalnya bernama Madrasah Aliyah Al-Islam Surakarta di bawah Yayasan Al-Islam pada tahun lima puluhan.

“Karena keinginan pemerintah untuk mendirikan Madrasah Aliyah Negeri, maka pemerintah meminta kepada Yayasan Al-Islam untuk mengangkat status madrasah tersebut dari swasta menjadi negeri. Penegerian Madrasah ini di dasarkan surat keputusan Menteri Agama RI No.180 Tahun 1967 tanggal 21 Juli 1967 dengan nama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) Surakarta,” urai Slamet Budiyono.

Saat ini MAN 1 Surakarta telah berkembang pesat dan memiliki empat program yaitu MA Program Reguler, Program Ketrampilan, Program Keagamaan, dan Program Boarding School Sains-Riset. Keempatnya merupakan kekuatan inti yang membawa MAN 1 Surakarta bisa berkembang lebih maju. Pada kesempatan itu, dipaparkan berbagai prestasi yang diraih siswa MAN 1 Surakarta di bidang akademik maupun non akademik baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional dan internasional.

“Jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri favorit, perguruan tinggi keagamaan, kedinasan, ikatan dinas untuk tahun 2020 sebanyak 115 siswa. Dari jumlah tersebut masih ada siswa yang belum melaporkan ke madrasah sehingga dimungkinkan jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” urai Slamet Budiyono.

Prestasi di bidang non akademik juga banyak ditorehkan, seperti lomba atau kejuaraan tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional dan Internasional. Diantaranya lomba robotik internasional di Thailand tahun 2019, dimana siswa atas nama Salma Sonia Jneina Sagiri meraih juara pertama. Juga prestasi yang diraih siswi atas nama Nadia Shafiana Rahma yang lolos program pertukaran pelajar tahun 2021 dan berkesempatan terbang ke Amerika Serikat sambil menunggu kondisi pandemi covid normal.

Dari segi alumni telah banyak yang berkiprah di masyarakat. Diantaranya Musta'in Ahmad (Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah), Wihaji (Bupati Batang), Habiburrahman El shirazy (Penulis novel Ayat-ayat Cinta), Burhanuddin Muhtadi ( Pengamat Politik sekaligus Direktur Indobarometer), Prof. Sangidu ( Guru besar UGM), dan masih banyak lain.

Sementara itu Wakil Menteri Agama dalam arahannya menyatakan sangat bangga dengan prestasi yang diraih siswa MAN 1 Surakarta.

“Tadi disampaikan sudah banyak siswa yang diterima di berbagai perguruan tinggi favorit juga prestasi yang diraih baik nasional maupun internasional. Hal ini menunjukkan madrasah telah bisa bersaing dan bersanding dengan sekolah-sekolah lain. Hal ini bisa dilihat dari beberapa indikator yaitu dari segi akademik, dukungan sarana prasarana serta prestasi alumni. Dari segi akademik bisa dilihat dari berapa siswa yang diterima di perguruan tinggi favorit,” kata Zainut Tauhid.

Ditambahkan, dari segi sarana dan prasarana, madrasah saat ini juga semakin baik. Lingkungan madrasah yang bersih dan rapi serta bangunan yang bagus, tentu memberikan semangat untuk terus lebih baik. Selanjutnya adalah prestasi alumni. Banyak alumni MAN 1 Surakarta yang sudah berkiprah dan menjadi kebanggaan kita semua. Namun Wamenag meminta agar juga dicari alumni-alumni yang sukses di bidang usaha/ekonomi. Hal ini untuk meneguhkan bahwa alumni madrasah sudah berkiprah diberbagai bidang serta menjadi kebanggaan.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta'in Ahmad, dalam sambutannya memaparkan tentang program Jateng MAJENG serta Sahabat Madrasah.

“Segenap insan Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah harus “gila” untuk bisa membuat lompatan-lompatan ke depan. Hal ini bisa berhasil jika semua unsur bahu membahu bersama mewujudkannya,” kata Musta'in Ahmad.

Program Sahabat Madrasah misalnya, bertujuan untuk memajukan madrasah yang belum bagus, berkolaborasi dengan madrasah yang sudah bagus. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan pendampingan baik secara lembaga maupun komponen di dalamnya termasuk guru dan tenaga kependidikan. Disampaikan Musta'in, di Pati ada madrasah binaan yang justru mampu mengungguli madrasah yang membina. Hal ini tentu sangat menggembirakan dan membanggakan. (rsd/my/bd)