Musta’in didampingi Farid Silaturahim di Universitas Sains Al Quran Wonosobo.

Wonosobo (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah di dampingi Kepala Kantor Kemenag Wonosobo lakukan kunjungan silaturahim ke kampus Universitas Sains Al Quran Wonosobo. Silaturrahim dan kuliah umum bersama Kakanwil Kemenag Provinsi Jateng tersebut di selenggarakan oleh Universitas Sains Al Quran di ruang seminar program pascasarjana UNSIQ pada selasa, (2/3) tadi.

Dalam sambutannya Rektor UNSIQ Muchotob Hamzah mengatakan, kedatangan kakanwil Kemenag Provinsi Jateng diharap mampu memberikan motivasi kepada mahasiswa pascasarjana yang hadir di ruang seminar maupun yang bergabung melalui zoom meeting.

“terimakasih atas kedatangan bapak Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah ke kampus UNSIQ. Semoga dengan kehadiran beliau ini nanti dapat memberikan motivasi kepada generasi muda dalam mengabdi untuk agama dan negara. Negara mayoritas muslim saat ini belum ada yang mampu merintis sains karena masih fokus pada pengembangan agama kita sendiri. Fokus saat ini pada pengembangan sdm untuk nantinya kita curahkan sebagai pengabdian terhadap agama dan negara,” ungkap rektor UNSIQ dalam sambutannya.

Selanjutnya, dalam kuliahnya Kepala Kanwil Kemenag Jateng menyampaikan terkait upgrading metode dakwah era dahulu dan era saat ini.

“kondisi kita saat ini, didominasi kalangan muda kaum milenial atau generasi z yang lahir antara 1997 dan post generasi z. Dengan ditandai berbagai hal yang berbicara tentang percepatan perkembangan baik teknologi dan lain sebagainya. Kondisi ini tentunya berpengaruh dan menjadi tantangan sendiri dalam penyebaran dakwah bagian kaum milenial,” ungkap Musta'in

Kepala Kankemenag Jateng juga mengajak mahasiswa untuk sedikit renungkan bagaimana metode dakwah dulu dan bagaimana metode yang tepat berdakwah saat ini.

“pendakwah era dulu, metode yang mereka gunakan dengan menggunakan nilai seni lokal budaya wilayah sebagai media penyebaran dakwah. tetapi kalau dilihat saat ini, penyebaran dakwah semakin di permudah dengan adanya akses internet, tetapi tantangannya adalah bagaimana dakwah itu agar bisa di terima dan dikemas secara menarik,” imbuhnya. PS-WS/qq