Pembinaan ASN, Menag Ingatkan Pentingnya Strategi dalam Berkinerja

Solo (Humas) – Menteri Agama Republik Indonesia, H. Yaqut Cholil Qoumas memahamkan bahwa ketaatan pada komando itu penting. Menag mengibaratkan ASN yang berkinerja seperti halnya perang Badar dan Perang Ubud. Kemenangan yang diperoleh dtidakhanya dengan kebersamaan, persatuan, namun saat ini yang lebih penting yakni strategi dalam berkinerja. Berkinerja , bekerja dengan kreatifitas dan inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Mengedepankan kebersamaan dan menjadi kunci yakni ketaatan pada pimpinan, bagaimana berkinerja sesuai komando pimpinan.

“Sekarang ini referensi perang dimana strategi berkinerja itu yang berperan penting dalam memenangkan pertarungan. Sekuat apapun lawan perang dengan taat kepada pimpinan merupakan kunci kemenangan perang, di mana kita bisa menahan diri untuk sebuah tujuan atau cita-cita yang lebih besar,” ungkap Menag dengan lugas. Sabtu (6/3).

Menag memberikan apresiasi atas capaian kinerja Kementerian Agama Jawa Tengah yang dipaparkan Kakanwil, Musta'in Ahmad pada Pembinaan ASN Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dan Pendidikan Madrasah (Pendis) se Jawa Tengah sekaligus Penandatanganan Prasasti Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji serta Gedung Madrasah Sumber Dana SBSN Tahun 2020 di The Sunan Hotel Solo. 

Menag turut bangga atas perolehan prestasi tersebut. Prestasi yang diperoleh harus diketahui masyarakat luas untuk itu publikasi dimedia memegang peran yang sangat penting, apa yang Kementerian Agama lakukan seharusnya mendapat legitimasi publik. Tidak hanya di Kanwil, di seluruh Kankemenag juga harus memperbaiki publikasinya.

“Publikasi harus diperbaiki, hal ini memperkuat peran Kementerian Agama, bahwa kita hadir melayani masyarakat dengan berbagai capaian dan berprestasi. Kita isi informasi-informasi yang baik, publik harus tau apa yang kita lakukan, bahwa kita berhikmah untuk Kementerian Agama,” tegasnya.

Hadir dalam acara Dirjen Bimas Islam, H. Kamaruddin Amin, Dirjen Pendis, H. M. Ali Ramdhani, para Direktur pada Ditjen Bimas Islam, Direktur KSKK pada Ditjen Pendis, Kakankemenag Kab/Ko se Jateng, perwakilan Kasi Bimas Islam dan Kasi Pendidikan Madrasah serta Kepala KUA dan Kepala Madrasah penerima SBSN tahun 2020, Penyuluh Agama Islam Non PNS se eks Karesidenan serta perwakilan Kepala Madrasah swasta.

Usai menyampaikan Pembinaan, Menag didampingi Dirjen Bimas Islam, Dirjen Pendis dan Kakanwil Kemenag Jateng menandatangani Prasasti Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji serta Gedung Madrasah Sumber Dana SBSN secara simbolis yakni KUA Solo dan Madrasah Semarang — qq