Ponpes Fatanugraha Jambean Kalibeber Wonosobo Laksanakan Ujian Tingkat Wustha

Wonosobo – Sejumlah Empat Belas Santri Pondok Pesantren Fatanugraha Jambean Kalibeber Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo ikuti Ujian tingkat Wusta yang dilaksanakan pada Senin, (15/3), dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

Pelaksanaan Ujian tingkat Wustha berlangsung selama enam hari senin s.d senin 15-22 Maret 2021, sementara Minggu tetap libur. Adapun Mata Pelajaran yang diujikan dalam Ujian Tingkat Wustha tersebut yakni mencangkup mata pelajaran Umum meliputi PKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris, serta mata pelajaran keagamaan maliputi Al Quran, Hadist, Aqidah, Akhlak, Tarikh, Fiqh dan Bahasa Arab.

Pada pelaksanaan Ujian tingkat Wustha hari pertama, Imron Awaludin selaku PLT Seksi PD Pontren dan Kasi Bimas Islam Kankemenag Kab. Wonosobo hadir untuk melakukan kunjungan dan monitoring pelaksanaan Ujian tingkat Wustha dibeberapa Ponpes yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Disela kunjungannya, Imron Awaludin menyampaikan, semangat santri mengikuti ujian kesetaraan tingkat Wustha tidak surut meski diharuskan tetap memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan lainnya.

“Penyelenggaraan ujian sudah sesuai dengan kaidah dan norma pelaksanaan ujian dengan menerapkan protokol Kesehatan. Harapannya siswa / santri dapat memperoleh nilai terbaik, bagi santri yang dinyatakan lulus juga diharapkan bisa melanjutkan pada jenjang lebih tinggi,” ungkap Imron Awaludin.

Hal lain pihaknya sebutkan, pelaksanaan Ujian tingkat Wustha secara serentak dilakukan bersamaan diseluruh Ponpes yang terdaftar sebagai lembaga pendidikan kesetaraan.

“Ada delapan Ponpes yang melaksanakan ujian kesetaraan tingkat Wustha yang tersebar di wilayah Kabupaten Wonosobo. diantaranya yakni ponpes yang saat ini saya kunjungi yaitu Ponpes Fatanugraha Jambean Kalibeber,” imbuh Imron Awaludin.

Sementara itu ditempat berbeda Kepala Kankemenag Kab. Wonosobo menyampaikan, Pendidikan Nasional diselenggarakan melalui tiga jalur yaitu formal, non formal dan informal. Adapun untuk pendidikan kesetaraan pondok pesantren, masuk dalam kategori pendidikan non formal.

“Pendidikan Kesetaraan adalah sebuah alternatif, dimana sambil mondok untuk menimba ilmu keagamaan, para santri juga bisa ikut pendidikan kesetaraan yang ijazahnya diakui oleh pemerintah setara dengan jenjang pendidikan formal umum atau madrasah lainnya,” terang Ahmad Farid.

Pihaknya berharap pelaksanaan Ujian tingkat Wustha dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala serius. Ps-ws/qq