Ponpes An Nuur Wisuda 97 Santri

Wonosobo – Bertempat di Komplek Pondok Pesantren (Ponpes) An Nuur pada hari Minggu (4/4) Sejumlah Sembilan Puluh Tujuh santri Ponpes An Nuur Kalierang Kec. Selomerto Wonosobo ikuti prosesi wisuda sekaligus haflah Attasyakur Lil Ikhtitam ke XX yang diselenggarakan oleh pihak ponpes.

Selain dihadiri oleh sejumlah santri yang akan diwisuda beserta walinya, Wakil Gubernur, Bupati Wonosobo, Kapolres Wonosobo, PLT PD Pontren Kankemenag Kab. Wonosobo, dan Pengasuh PP Sunan Pandanaran juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Selanjutnya dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes An Nuur Kalierang Agus Khoirulloh menyampaikan Acara wisuda sudah menjadi program tahunan pesantren yang mempunyai visi utama untuk memberikan apresiasi kepada santri yang sudah menghabiskan sebagian masa remajanya untuk menimba ilmu di pesantren, “wisuda adalah salah satu bentuk perhatian dari ponpes sekaligus prosesi sebagai penanda puncak dari kegiatan santri untuk menimba ilmu di ponpes, namun bukan sebagai akhir untuk santri menimba ilmu dimanapun tempatnya,” ungkapnya.

Sementara itu dikesempatan yang sama PLT PD Pontren menyampaikan terkait penting bagi seseorang untuk memilih pendidikan terbaik yang mengutamakan Agama dan Al Quran dengan mengisahkan kisah Nabi Musa semasa bayi yang selamat dari kejamnya Firaun yang saat itu membenci bayi laki-laki, “melalui scenario Allah SWT Nabi Musa selamat dari Fiaun, karena Nabi Musa dididik oleh seorang ibu yang sholihah, ahli ibadah akhirnya nabi Musa menjadi penyelamat bagi kaumnya oleh kedzaliman Firaun,” ungkap iMRON Awaludin PLT PD Pontren.

Kaitannya dengan pesantren, Sambung Imron, pesantren layaknya seorang ibu yang memberikan sentuhan pendidikan Agama kepada para santri, agar santri ini kelak mampu menjadi obat di tengah-tengah masyarakat dengan perilaku yang baik dan mampu memperbaiki keadaan.

Sementara itu Kakankemenag Kab. Wonosobo Ahmad Farid saat dihubungi melalui Via pesan singkat terkait kegiatan tersebut menyampaikan selepas santri diwisuda oleh ponpes, santri di tunggu oleh dunia khususnya lagi Indonesia untuk berkontribusi membangun dan mewujudkan Bangsa yang agamis namun tetap kondusif, “saat ini santri dihadapkan dengan berbagai isu kontemporer baik itu isu local maupun Naional bahkan Internasional. Cara berfikir santri dalam merespon isu kontemporer akan menentukan seberapa besar kontribusinya bagi Agama dan Negara,” ungkap Farid.

Ia berharap Santri yang diwisuda dapat berkontribusi menangkal isu intoleransi terhadap perbedaan dan berkontribusi dalam mengkampanyekan Moderasi beragama sebagai jawaban atas beragama ditengah kemajemukan, “keselarasan agama dan nasionalisme merupakan kunci dalam membangun peradaban bangsa. Isu-isu radikalisme dan intoleransi harus mampu ditangkis dan cara menangkisnya yakni dengan menerapkan beragama secara moderat,” tandasnya. Ps-ws/qq