Sambut Hari Kartini, Ibu Hj. Eny Retno Yaqut Ajak Perempuan Berdaya

Rembang (Humas) – Peringatan Hari Kartini ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 yang ditandatangani pada tanggal 2 Mei 1964 yang didalamnya juga memuat penetapan Kartini sebagai pahlawan Kemerdekaan Nasional Hari Kartini adalah hari kelahiran Pahlawan Kemerdekaan Nasional Raden Ajeng Kartini (RA Kartini) pada tanggal 21 April setiap tahun sejak Tahun 1964 diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia. Tujuan peringatan Hari Kartini adalah untuk memperingati dan menghormati perjuangan RA Kartini untuk mewujudkan kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan diera modern yang secara khusus terutama dalam bidang pendidikan dan secara umum kesetaraan gender di semua bidang.

Perayaan Hari Kartini dilakukan dengan berbagai cara oleh seluruh perempuan Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama memperingati Hari Kartini dengan menyelenggarakan Pembinaan dengan tema “Semangat Kartini, Perempuan Berdaya untuk Jateng Majeng”, pada tanggal 12 April 2021 bertempat di Pollos Hotel & Gallery Kab. Rembang. Kegiatan diikuti oleh Pengurus DWP Kanwil dan Ketua beserta 2 Pengurus DWP Kankemenag Kab/Kota se-Jawa Tengah dengan jumlah 105 orang.

Pembinaan dibuka oleh Ketua DWP Kanwil Kemenag, Ibu Hj. Linda Musta’in Ahmad. “Menjadi seorang istri saja tidak mudah, apalagi ditambah harus mendampingi suami, memberikan motivasi, semangat dalam menjalankan kewajibannya sebagai ASN yang melayani masyarakat. Dengan beratnya peran dan tugas sebagai istri ASN, Karena itu kita harus menjadi wanita berdaya, sesuai dengan tema yang diambil dalam kegiatan ini,” jelas Linda.

Pembinaan diberikan oleh Penasihat DWP Kemenag RI, Hj. Eny Retno Yaqut, menjelaskan tentang tantangan mendidik anak adalah teknologi dan ekonomi berbasis digital, menjadi Perempuan berdaya tidak ada standar baku, menjadi Berdaya tergantung kasus dan tergantung diri kita sendiri, menjadi versi terbaik dari kita sendiri.

“Wanita sebagai pendamping suami sebagai ASN Kementerian Agama, menjadi supporter, fans, dan penyemangat agar berprestasi dalam bekerja,” ungkap Eny.

Dengan adanya kegiatan ini berharap agar perempuan-perempuan di Jawa Tengah sadar betapa berharga dirinya. Utamanya karena tidak pernah berhenti merawat perjuangan para perempuan Indonesia di masa yang lalu, dalam gerak sekecil apa pun, yang berarti melebihi apapun. Menjadi wanita yang kuat, berdaya, menjadi diri sendiri, cerdas serta mampu menginspirasi seluruh wanita di Indonesia. (nf/qq)