Umi Khoz harap Gibran ikut pasang stiker jaga jarak di Masjid

Surakarta – Beberapa hari lagi umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Surat Edaran Menteri Agama RI yang terbit kemarin, segera di tindak lanjuti oleh Kasi Bimas Islam, Umi Khozanah. Selasa (06/04) ia mengundang Bag Kesra Pemkot Surakarta, untuk dapat berkoordinasi bersama Penyuluh Agama Islam Kota Surakarta. “Sebenarnya kami juga ingin Camat se-Surakarta ikut hadir, namun ada kesalahan teknis sehingga koordinasi tetap harus kita laksanakan,”jelasnya.

Dalam koordinasi tersebut, Umi menyampaikan tentang rencana yang akan di agendakan usai rapat bersama Walikota Surakarta, yaitu tentang pembuatan dan penempelan stiker jaga jarak shof sholat di masjid-masjid. “Terkait program tersebut, bagaimana teknisnya….karena kami memiliki Penyuluh baik yang PNS atau Non PNS yang siap ikut serta dalam kegiatan tersebut,”tuturnya.

Bagian Kesra, Bambang Harjanto menyambut baik koordinasi yang disampaikan oleh Kasi Bimas Islam. “Tentu saja nanti akan kami sampaikan pada Walikota, terkait penerbitan surat edaran agar dapat segera menjadi landasan dalam berkegiatan selama Bulan Ramadhan,”jelasnya.

Beberapa usulan telah disampaikan oleh Umi Khozanah beserta Penyuluh Agama Islam diantaranya tentang pembentukan Satgas Covid, Sosialisasi pada takmir masjid, pemetaan masjid yang belum menerapkan prokes, serta durasi ceramah yang diperbolehkan. Bambang menambahkan bahwa draft sudah dalam proses, dan akan disempurnakan dengan usulan-usulan tersebut.

Umi Khozanah menambahkan bahwa penyuluh akan menyampaikan lokasi masjid yang dirasa perlu untuk menerima sosialisasi penerapan prokes dan menerima sticker jaga jarak. “Satgas covid akan membantu kita memaksimalkan penerapan protokol kesehatan, sebagai wujud ikhtiar kita juga,”imbuhnya. Umi juga meminta keikutsertaan Walikota dalam kegiatan tersebut. “Akan terasa beda jika Walikota sendiri yang datang untuk memasang stiker shof di masjid yang dirasa belum menerapkan prokes dengan baik,”tegasnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, Pardi juga menambahkan bahwa stiker akan lebih efektif jika dipasang di masjid-masjid ternama dan akan lebih maksimal lagi saampai ke pelosok daerah-daerah kecil. Penyuluh yang lain, Mufti Addin berharap bahwa SE Walikota nantinya tidak berbenturan dengan  SE Menteri Agama. (may/bd)