Membangun Sistem Pengelolaan Keuangan Negara yang Proporsional, Transparan, Akuntabel dan Profesional Dengan Aplikasi SAKTI

Mungkid – Dalam upaya membangun sistem pengelolaan keuangan negara yang  proporsional, transparan, akuntabel dan profesional maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat dikerjakan dan diakses juga secara terbuka dan terstruktur maka negara menyelenggarakan sistem aplikasi SAKTI atau Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.

Agar ASN pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang khususnya yang terlibat dalam pengelolaan keuangan mampu memanfaatkan system dan menguasai penggunaan/mengoperasikan aplikasi SAKTI maka diselenggarakan kegaiatan Pelatihan Pengguna Aplikasi SAKTI di Ruang Rapat komplek Kankemenag Kab. Magelang, Jumat, (5/11/2021).

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala Sub Bag TU Kankemenag Kab. Magelang, Khoironi Hadi yang menyampaikan bahwa sebelumnya telah diadakan pelatihan pengguna Aplikasi SAKTI namun secara virtual Karen kondisi bangsa yang mengalami Pandem Covid.

“Dulu pernah diadalakan kegiatan semacam  ini secara virtual baik zoom atau yg lain namun masih blm mantab sehingga kami memandang perludiadakan lagi lg dengan tatap muka, bertemu sehingga lbh interaktif, dipandu langsung dan menanyakan kendala-kendala dapat jawaban dari pemandu,” kata Khoironi Hadi.

Kegiatan tersebut mengundang narasuber Pembina Teknis Perbendaharaan Sulastri dari KPPN Magelang yang secara teknis menjelaskan pengertian Aplikasi SAKTI kegunaan dan keunggulannya.

Dijelaskan Sulastri bahwa Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) adalah aplikasi yang digunakan sebagai sarana bagi satker dalam mendukung implementasi SPAN untuk melakukan pengelolaan keuangan yang meliputi tahapan perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran, SAKTI mengintegrasikan seluruh aplikasi satker yang ada.

Sulastri menyebutkan banyak keunggulan Aplikasi SAKTI dalam pengelolaan laporan keuangan “efisiensi sumber daya, baik sumber daya keuangan berupa anggaran maupun non keuangan Sehingga dengan adanya SAKTI ini diharapkan sistem pengelolaan transaksi akuntansi dan pelaporan dapat dikerjakan secara lebih transparan dan profesional karena dilakukan secara elektronik,” jelasnya.

Agar semua proses penggunaan data di SAKTI tetap aman dan terjaga, maka seluruh data yang akan terkoneksi antara SPAN dan SAKTI setidaknya harus memenuhi syarat keamanan berikut; pertama, kerahasiaan data, dimana setiap ADK keluar dari SAKTI akan melalui proses enkripsi terlebih dahulu, sehingga dipastikan data hanya akan terbaca oleh pengirim dan penerima.

Kedua, adanya register user yang difungsikan sebagai pembatasan akses, sehingga pengambilan atau pengiriman data hanya bisa dilakukan oleh orang tertentu saja. Ketiga, adanya hash code yang membuat data akan tetap aman dan tidak mengalami perubahan selama proses pengiriman berlangsung. Keempat, penggunaan PIN untuk setiap ADK, hal ini untuk memastikan bahwa ADk tersebut telah diketahui serta disetujui oleh pejabat yang memiliki wewenang.

Pelatihan diikuti oleh 27 peserta yang terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Perencana, Bendahara, Operator SAIBA dan BMN, Pengelola Persediaan (toy/Sua).